Senin, 27 Jul 2026 11:16 WIB

Para Kiai NU Minta Kepemimpinan PKB Dikembalikan pada Ulama

Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah kiai dan ulama Nahdlatul Ulama (NU) meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk segera mengambil tindakan menyelamatkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dinilai telah menyimpang dari cita-cita para pendiri pantai tersebut.

Hal tersebut disampaikan para kiai usai menggelar rapat internal di Kantor PCNU Kota Surabaya pada Senin (19/8/2024).

Baca Juga: Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar menjelaskan, bahwa berdirinya PKB adalah hasil dari perwujudan dari aspirasi para ulama untuk membuat sebuah wadah politik.

Namun, dalam perjalanannya, cita-cita besar para pendiri partai saat ini nampaknya mulai luntur dan justru menyimpang.

“Penyimpangan paling prinsipil adalah mendonwgrade, mengebiri, bahkan menghilangkan kepemimpinan ulama yang diamanatkan oleh founding father bahwa partai ini ulama memegang amanat tertinggi partai,” ujar Kiai Anwar.

Hilangnya marwah kepemimpinan para kiai itu, kata KH Anwar, begitu jelas dan nyata ditunjukkan oleh PKB menjelang pelaksanaan muktamar yang akan dilangsungkan di Bali. Dengan tidak melibatkan para ulama dalam pengambilan keputusan strategis.

“Para kiai memberi mandat kepada PBNU dan ketum agar melakukan langkah strategis supaya (PKB) kembali kepada kebenaran," sambungnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Benar di dalam mengembalikan fungsi ulama, benar dalam memanage partai dengan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan, benar dalam memanajemen keuangan, benar dalam menempatkan kader-kadernya, benar dalam menjalankan musyawarah yang selama ini sudah tidak ada lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, setelah mendapatkan mandat untuk membenahi PKB, pihaknya melakukan sejumlah ikhtiar untuk mengembalikan kepemimpinan ulama di dalam tubuh PKB.

“Kami melaporkan pada kiai sepuh dan kemudian para kiai secara penuh memerintahkan pada kami agar melanjutkan ikhtiar itu, sampai bisa tercapai agregasi dari aspirasi para kiai itu, yaitu dikembalikannya kepemimpinan ulama di dalam PKB,” kata Gus Yahya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Gus Yahya menegaskan bahwa para kiai berpendapat bahwa PKB saat ini telah mendegradasi peran para ulama. Padahal, PKB didirikan sebagai wadah menyalurkan aspirasi politik para kiai. Namun, sejauh ini nilai tersebut kian pudar dan justru menyimpang.

Ia menepis tudingan tengah menggalang dukungan sebagai bagian upaya dalam rangka merebut kekuasaan PKB dari tangan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

“Apa urusan kami (muktamar tandingan PKB)? NU tidak mungkin. Itu bukan urusan kami, tapi urusan internal PKB. Kami, soal siapa mau jadi pemimpin dan lain-lain itu urusan PKB. (Yang jelas) kami mendesak mengembalikan kepemimpinan ulama karena dulu PKB didirikan oleh NU dengan mandat sebagai wadah kepemimpinan ulama dalam politik,” tegasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.