Senin, 27 Jul 2026 10:24 WIB

Dewan Soroti Dampak Buruk Proyek Surabaya Waterfront Land

Salah satu titik yang akan di eksploitasi menjadi Surabaya Waterfront Land. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Salah satu titik yang akan di eksploitasi menjadi Surabaya Waterfront Land. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rencana pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mereklamasi kawasan pesisir Surabaya hingga saat ini masih menuai pro dan kontra. Utamanya dampak lingkungan dan ancaman hilangnya lahan kerja para nelayan di sana.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya yang membidangi pembangunan, Aning Rahmawati menyampaikan terkait nasib para nelayan yang berpotensi kehilangan mata pencahariannya. Pihak pengembang Surabaya Waterfront Land harus dipastikan komitmennya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Ditegaskan, rencana pengembang tetap memberdayakan warga lokal harus diwujudkan. Sehingga, dampak dari reklamasi ini tidak sampai pada terciptanya warga miskin baru karena kehilangan pekerjaan di Kota Pahlawan.

Hal ini pun selaras dengan pemerintah kota yang meminta agar pengembang harus memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Kalau dari nelayan yang paling penting adalah komitmen dari PT Granting Jaya untuk memberikan kompensasi. Kemudian kalau dilihat dari sisi manfaat, memang sangat luar biasa besar untuk pergerakan ekonomi di Surabaya," kata Aning, Rabu (14/8/2024).

Apalagi, menurut Aning, dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Surabaya juga ada pembahasan terkait tol SERR (Surabaya Eastern Ring Road) dan JLLT. Pengembangan kawasan pesisir itu dinilai bisa lebih menghidupkan dan menggerakkan roda perekonomian secara maksimal.

Baca Juga: Kinerja Lurah dan Camat di Surabaya Menurut DPRD

Kendati begitu, bukan berarti pemerintah kota harus bersantai ria sembari menunggu realisasi PSN tersebut. Pemkot, menurut dia juga sudah harus mulai memikirkan dampak-dampaknya juga. Selain dampak sosial pada masyarakat, dampak lingkungan pun perlu diperhatikan.

"Di situ pesisir timur ada area lindung. Kalau tidak dibuat tanggul, kemudian tidak ada antisipasi terkait drainasenya. Malah akan menjadi banjir yang luar biasa dampaknya di wilayah Surabaya Timur. Belum lagi dampak dari reklamasi ini adalah pendangkalan," ucapnya.

Legislator dari Fraksi PKS ini melanjutkan, pendangkalan itu tentu akan berdampak pada transportasi laut yang selama ini melintasi area tersebut. Dari hal itu, ketika PSN akan dilakukan, maka pemkot menurut dia juga harus menyiapkan langkah antisipasinya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Pemerintah kota harus mengantisipasi betul terkait dampak negatif yang akan diterima Surabaya. Karena kalau dari sisi aturan, laut itu bukan kewenangan kota. Ada di pusat dan provinsi kewenangannya. Tapi, Surabaya harus mengantisipasi betul dampaknya," ujarnya.

Memang, dia mengakui, ada dampak manfaatnya yang akan dirasakan Surabaya. Tapi, dampak negatifnya pun juga ada untuk Surabaya.

"Sehingga, dampak positif kita dapat. Negatifnya bisa dihilangkan. Itu kan juga semua perizinannya belum selesai. Jadi pemerintah kota sedari sekarang juga sudah harus bersiap," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.