Minggu, 07 Jun 2026 02:26 WIB

PBNU Instruksikan Jajaran NU Cooling Down terhadap Penyerangan di Karawang

Ketum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf didampingi Sekjend Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai menggelar pertemuan di Surabaya (dok Kurniawan for jatimnow.com)
Ketum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf didampingi Sekjend Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai menggelar pertemuan di Surabaya (dok Kurniawan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf meminta seluruh jajaran untuk menahan diri dan mempercayakan proses hukum pada pihak kepolisian atas kejadian penyerangan yang terjadi di Kabupaten Karawang.

Sebelumnya, diketahui gerombolan orang tak dikenal (OTK) melakukan penyerangan terhadap rombongan Kyai NU dan anggota Banser di Jalan Irigasi Warungdoyong, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu (10/8/2024) malam.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

"Saya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, menginstruksikan kepada seluruh jajaran Nahdlatul Ulama dan khususnya kepada jajaran GP Ansor dan Banser. Untuk menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada pihak Kepolisian atau aparat penegak hukum," ujar Kyai Yahya Cholil Staquf usai menghadiri kegiatan di Surabaya, Senin (12/8/2024).

Gus Yahya meminta seluruh jajaran NU agar menaati aturan hukum yang berlaku dan tidak melakukan tindakan atau mengambil sikap sendiri, terlebih melakukan reaksi atas tindakan yang tidak terpuji tersebut.

Ia juga mengimbau kepada seluruh warga NU tetap menjaga persaudaraan dan menghormati perbedaan maupun pandangan.

"Kita harus disiplin dan taat terhadap hukum. Oleh karena itu, kepada warga NU pada umumnya, saya mengimbau agar melakukan cooling down (mendinginkan suasana) terhadap masalah ini," sambungnya.

"Kita tahu ada kelompok-kelompok yang berbeda, bersebrangan dalam persoalan ini. Namun, kami menghimbau kepada warga NU untuk tetap mengingat persaudaraan diantara kita semua, apapun pandangan yang kita miliki dan mari kita terus menjaga persaudaraan dan saling menghormati perbedaan diantara kita," tegasnya.

Baca Juga: Katib Syuriyah PBNU Kecam Penyergapan Relawan Indonesia oleh IOF

Pasca kejadian penyerangan OTK tersebut, kata Gus Yahya, pihaknya langsung meminta kepada pengurus NU Jawa Barat dan PCNU Karawang untuk menempuh jalur hukum.

"Dan Alhamdulillah saat ini sudah diproses oleh pihak Kepolisian dan setelah teridentifikasi pelaku-pelakunya, akan langsung dilakukan tindakan hukum. Hal itu untuk mencegah agar masalah ini tidak berlarut-larut," jelasnya.

Gus Yahya meminta kepada pihak kepolisian agar segera menyelesaikan masalah tersebut.

"Kami hawatir bila masalah ini tidak segera diselesaikan dengan proses hukum yang jelas. Kita hawatir dengan berkembangnya masalah ini akan menimbulkan potensi semakin menyebar lebih luas," tandanya.

Baca Juga: Muktamar NU, Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Diketahui, gerombolan OTK melakukan aksi pengeroyokan terhadap anggota Banser dan merusak mobil. Akibat kejadian itu, satu orang luka babak belur dihajar para pelaku.

Informasi yang dihimpun aksi penyerangan oleh gerombolan OTK itu bermula saat rombongan KH Ikhsanudin Al Badawi Rois MWC NU Cikarang, Kabupaten Bekasi dan anggota Banser hendak menghadiri undangan pengajian manaqib di Pondok Pesantren Al Bagdadi.

Setibanya di lokasi mereka dihadang dan langsung diserang oleh gerombolan OTK. Mereka (OTK) melakukan aksi kekerasan hingga mengakibatkan seorang jamaah, Ao Ulumudin luka-luka.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.