Kamis, 23 Jul 2026 08:08 WIB

PBNU Instruksikan Jajaran NU Cooling Down terhadap Penyerangan di Karawang

Ketum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf didampingi Sekjend Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai menggelar pertemuan di Surabaya (dok Kurniawan for jatimnow.com)
Ketum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf didampingi Sekjend Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai menggelar pertemuan di Surabaya (dok Kurniawan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf meminta seluruh jajaran untuk menahan diri dan mempercayakan proses hukum pada pihak kepolisian atas kejadian penyerangan yang terjadi di Kabupaten Karawang.

Sebelumnya, diketahui gerombolan orang tak dikenal (OTK) melakukan penyerangan terhadap rombongan Kyai NU dan anggota Banser di Jalan Irigasi Warungdoyong, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu (10/8/2024) malam.

Baca Juga: Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

"Saya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, menginstruksikan kepada seluruh jajaran Nahdlatul Ulama dan khususnya kepada jajaran GP Ansor dan Banser. Untuk menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada pihak Kepolisian atau aparat penegak hukum," ujar Kyai Yahya Cholil Staquf usai menghadiri kegiatan di Surabaya, Senin (12/8/2024).

Gus Yahya meminta seluruh jajaran NU agar menaati aturan hukum yang berlaku dan tidak melakukan tindakan atau mengambil sikap sendiri, terlebih melakukan reaksi atas tindakan yang tidak terpuji tersebut.

Ia juga mengimbau kepada seluruh warga NU tetap menjaga persaudaraan dan menghormati perbedaan maupun pandangan.

"Kita harus disiplin dan taat terhadap hukum. Oleh karena itu, kepada warga NU pada umumnya, saya mengimbau agar melakukan cooling down (mendinginkan suasana) terhadap masalah ini," sambungnya.

"Kita tahu ada kelompok-kelompok yang berbeda, bersebrangan dalam persoalan ini. Namun, kami menghimbau kepada warga NU untuk tetap mengingat persaudaraan diantara kita semua, apapun pandangan yang kita miliki dan mari kita terus menjaga persaudaraan dan saling menghormati perbedaan diantara kita," tegasnya.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

Pasca kejadian penyerangan OTK tersebut, kata Gus Yahya, pihaknya langsung meminta kepada pengurus NU Jawa Barat dan PCNU Karawang untuk menempuh jalur hukum.

"Dan Alhamdulillah saat ini sudah diproses oleh pihak Kepolisian dan setelah teridentifikasi pelaku-pelakunya, akan langsung dilakukan tindakan hukum. Hal itu untuk mencegah agar masalah ini tidak berlarut-larut," jelasnya.

Gus Yahya meminta kepada pihak kepolisian agar segera menyelesaikan masalah tersebut.

"Kami hawatir bila masalah ini tidak segera diselesaikan dengan proses hukum yang jelas. Kita hawatir dengan berkembangnya masalah ini akan menimbulkan potensi semakin menyebar lebih luas," tandanya.

Baca Juga: PBNU Kirim Tim Survey Lokasi Muktamar ke Ponpes Lirboyo Kediri, Ini Hasilnya

Diketahui, gerombolan OTK melakukan aksi pengeroyokan terhadap anggota Banser dan merusak mobil. Akibat kejadian itu, satu orang luka babak belur dihajar para pelaku.

Informasi yang dihimpun aksi penyerangan oleh gerombolan OTK itu bermula saat rombongan KH Ikhsanudin Al Badawi Rois MWC NU Cikarang, Kabupaten Bekasi dan anggota Banser hendak menghadiri undangan pengajian manaqib di Pondok Pesantren Al Bagdadi.

Setibanya di lokasi mereka dihadang dan langsung diserang oleh gerombolan OTK. Mereka (OTK) melakukan aksi kekerasan hingga mengakibatkan seorang jamaah, Ao Ulumudin luka-luka.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.