Rabu, 10 Jun 2026 12:24 WIB

Besaran DBHCHT di Tulungagung Bertambah, Ini Alokasinya

Kabag Perekonomian Pemkab Tulungagung, Arif Efendi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kabag Perekonomian Pemkab Tulungagung, Arif Efendi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pengalokasian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Tulungagung sempat menjadi sorotan sejumlah fraksi di DPRD setempat. Mereka menilai pengalokasian DBHCHT tersebut seharusnya tidak hanya digunakan untuk pendanaan hal-hal yang berhubungan dengan tembakau dan kesehatan. Namun bisa juga untuk mendanai kegiatan lainnya.

Kabag Perekonomian Pemkab Tulungagung, Arif Efendi mengatakan, sebenarnya mulai tahun 2023 yang lalu, pihaknya sudah memasukkan item program prioritas menjadi salah satu program yang pelaksanaannya menggunakan alokasi anggaran dari DBHCHT. Tahun ini program prioritas juga tetap akan mendapatkan alokasi anggaran dari DBHCHT.

Baca Juga: 1.900 Petugas Sensus Ekonomi Surabaya Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

"Tahun ini juga ada, nah penentuan program prioritasnya itu kita lewat Bappeda, jadi ketika ditetapkan programnya oleh Bappeda maka kita tinggal melaksanakannya," ujarnya, Rabu (17/7/2024).

Dalam program prioritas ini terdapat beberapa kegiatan yang melekat pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, yakni memastikan pekerja rentan untuk ikut serta dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Berdasarkan data sementara, pada tahun ini akan ada lebih kurang 27.500 pekerja rentan dari beberapa sektor seperti petani tembakau, buruh tani, kemudian pedagang kaki lima dan beberapa pekerja rentan lainnya yang selama ini belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, bakal diikutsertakan di dalam kepesertaannya.

Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan ini, maka mereka akan mendapatkan jaminan selama bekerja, sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kalau data detailnya siapa saja yang dapat, itu ada di Disnakertrans ya mas, saya sampaikan globalnya saja, itu untuk pekerjaan rentan, ada yang pedagang kaki lima, buruh tani, pedagang etek itu semacam itu," urainya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Karimunjawa Perluas Perlindungan Pekerja BPU

Tahun ini total DBHCHT Tulungagung sebanyak Rp45 milliar. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang ada di angka Rp34 milliar. Anggaran sebanyak itu bakal dialokasikan ke 4 bidang, yakni kesejahteraan masyarakat, kesehatan, penegakan hukum, dan program prioritas.

"Kalau alokasi anggarannya itu bidang Kesmas sekitar 50 persen, kemudian untuk bidang kesehatan itu 40 persen, lalu sisanya untuk penegakan hukum dan program prioritas," jelasnya.

Untuk bidang kesejahteraan masyarakat, biasanya diberikan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), atau bantuan sembako. Kemudian untuk bidang kesehatan, biasanya digunakan untuk pembangunan atau renovasi fasilitas kesehatan yang ada dan pengadaan alat kesehatan.

Baca Juga: Ratusan Siswa TITL SMKN 5 Surabaya Terlindungi JKK dan JKM

Kemudian untuk bidang penegakan hukum diberikan untuk melakukan penegakan hukum seperti kegiatan razia rokok ilegal dan lainnya.

"Untuk program prioritas yang tadi, saya sampaikan di awal, ada beberapa yang melekat di Disnakertrans," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.