Senin, 08 Jun 2026 16:03 WIB

Suroan Aman, 26 Pendekar PSHT Diberikan Penghargaan

Kapolres Madiun, AKBP I Made Agus Prasatya memberikan penghargaan kepada 26 pendekar di lapangan Tri Batra Mapolres Madiun, Jumat (14/9/2018).
Kapolres Madiun, AKBP I Made Agus Prasatya memberikan penghargaan kepada 26 pendekar di lapangan Tri Batra Mapolres Madiun, Jumat (14/9/2018).

jatimnow.com - Sebanyak 26 'pendekar' pengurus Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) mendapat penghargaan dari Kapolres Madiun, AKBP I Made Agus Prasatya.

26 pendekar tersebut terdiri dari 13 ketua ranting dan 13 ketua pengamanan terate (Pamter) mewakili pengurus di tiap kecamatan di Kabupaten Madiun. Penghargaan itu diserahkan di lapangan Tri Brata Polres Madiun, Jumat (14/9/2018).

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

"Hari ini kami, Polres Madiun memberikan reward kepada ketua ranting dan Pamter PSHT se-Kabupaten Madiun. Ini merupakan bentuk apresiasi Polri dalam hal ini Polres Madiun kepada ketua ranting dan pamter. Karena suro aman," kata AKBP I Made Agus Prasatya kepada wartawan usai memberikan piagam penghargaan.

Ia menuturkan, para pengurus ranting dan Pamter PSHT ini telah membantu Polres Madiun dalam mewujudkan keamanan dan kondusifitas wilayah Kabupaten Madiun, terutama selama kegiatan Satu Suro dan Tahun Baru Islam 1440 H.

Para pengurus PSHT ini telah ikut mengamankan dan menjaga ranting masing-masing dengan aman dan kondusif.

"Ya sudah sepantasnya kami berikan penghargaan. Rangkaian acara 1 suro, pergantian tahun baru islam 1 Muharam hasilnya sangat konduaif," imbuhnya.

Penghargaan itu, kata Made, juga menjadi motivasi agar juga ikut membantu dalam mengamankan kegiatan saudara dari persilatan lain, SH Winongo, Pandan Alas, IKS, serta perguruan lain yang terdaftar dalam organisasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

"Tahun ini baru diberikan, karena pertimbangan kami, peran mereka sangat luar biasa. Peran ketua ranting dan pamter di tiap kecamatan. Ada 13 ketua ranting dan 13 ketua pamter," katanya.

Sementara itu, Ketua Ranting dan Pamter PSHT Kabupaten Madiun, Heri Mulyono, mengaku bangga dan mengapresiasi Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya yang telah memberikan penghargaan.

Ia menuturkan, keamanan dan kondusifitas wilayah Kabupaten Madiun menjadi tanggungjawab bersama. Dengan piagam penghargaan, para pengurus dalam hal ini ketua ranting dan pamter semakin termotivasi untuk ikut menjaga keamanan dan kondusifitas.

"Ke depannya, kami mengimbau kepada anggota PSHT untuk menjaga keamanan dan kondusifitas, baik dalam kegiatan internal dan kegiatan eksternal perguruan lain," pungkasnya.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.