Minggu, 07 Jun 2026 14:52 WIB

Menengok SDLB Anak Tunanetra Pertama di Surabaya

Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta (YPAB) Surabaya (Foto-foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta (YPAB) Surabaya (Foto-foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta (YPAB) Surabaya yang berada di kawasan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, merupakan layanan pendidikan tunanetra pertama di Surabaya.

Kepala SDLB YPAB Sutaryono mengungkapkan bangunan sekolah ini dulunya merupakan bekas dari klinik kesehatan yang dibangun oleh dokter Belanda. Kemudian diserahkan ke Kementerian Kesehatan Indonesia dan selanjutnya dialihfungsikan sebagai yayasan pendidikan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Bangunan ini dibangun sekira tahun 1949 oleh seorang dokter Belanda yang digunakan sebagai klinik kesehatan," kata Sutaryono pada jatimnow.com, Kamis (2/5/2024).

"Kemudian setelah kemerdekaan aktivitas pelayanan pendidikan telah dimulai sejak tahun 1957, dengan dibukanya sekolah taman kanak-kanak (TK) untuk anak buta. Pada tanggal 9 Maret 1959 terbentuklah badan yang mengelola sekolah dengan nama Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta (YPAB) di kota Surabaya," sambungnya.

Sejak pertama didirikan bangunan sekolah tidak banyak mengalami perubahan, semua dipertahankan seperti dulu khas bangunan peninggalan Belanda. Terlihat daun pintu tebal, kusen serta lampu gantung jadul.

Terdapat dua bangunan utama. Bagian depan difungsikan sebagai kantor, sementara bagian belakang dengan 4 ruangan besar yang difungsikan sebagai tempat proses belajar mengajar.

Satu ruangan difungsikan sebagai sanggar atau ruangan ekstrakurikuler untuk mengasah bakat para siswa berkebutuhan khusus tersebut. Sisanya disekat menjadi 9 ruangan dan digunakan untuk ruangan kelas.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Memang secara standar untuk sekolah disabilitas tunanetra masih perlu ada pembenahan, katakanlah seperti pintunya ini masih mempertahankan pintu biasa. Semestinya diganti dengan pintu geser atau yang lainnya yang ramah bagi siswa berkebutuhan khusus," bebernya.

Menunjang pembelajaran, lanjut Sutaryono pihaknya dibantu oleh 16 orang guru dan dibantu dengan 3 orang karyawan. Mereka secara aktif mengawasi para siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.

"Total siswa-siswi dari TK (taman kanak-kanak) dan SD ada sebanyak 40 anak," terangnya.

Meski terbatas, namun siswa di sekolah ini di anugerahi kecerdasan dan bakat yang luar biasa. Para siswa berkebutuhan khusus itu acap kali borong trofi berbagai penghargaan dan lomba.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Yang terakhir Agustus tahun lalu ini ada siswi kami yang juara menyanyi tingkat nasional. Dan ini tengah persiapan untuk lomba berikutnya," tuturnya dengan bangga.

Pada momen peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, Sutaryono berharap kepada pemerintah agar ada perhatian lebih bagi anak-anak berkebutuhan khusus ini, sebab mereka adalah bagian dari masa depan bangsa ini.

"Semoga anak-anak itu dapat terus berprestasi, menebar kebahagiaan kepada keluarga dan terus bersemangat dalam belajar," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.