Kamis, 23 Jul 2026 09:34 WIB

Risma Paparkan Materi Perubahan Iklim di Kongres UCLG ASPAC

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyapa salah satu tamu UCLG ASPAC di Hall Dyandra Convention Center Surabaya, Rabu (12/9/2018)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyapa salah satu tamu UCLG ASPAC di Hall Dyandra Convention Center Surabaya, Rabu (12/9/2018)

jatimnow.com - Ratusan perwakilan pemerintah daerah/kot (Pemda dan Pemkot) se Asia-Pasifik berkumpul di Dyandra Convention Centre untuk mengikuti kongres ke-7 United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) di Hall A2 Dyandra Convention Center Surabaya, Rabu (12/9/2018).

Kongres ini dibuka dengan presentasi salah satu topik yakni perubahan iklim. Presentasi pertama disampaikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertajuk Opening Remarks: Training Event Perubahan Iklim.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa SMA/SMK/MA Sederajat

Dalam paparan materinya, Risma mengatakan tentang komitmen Surabaya dalam mencegah perubahan iklim dengan cara menekan jumlah sampah.

Ia juga menyampaikan berbagai macam bentuk pengolahan sampah yang dilakukan oleh Surabaya seperti larva pemakan kompos, penggunaan botol untuk bus Suroboyo, dan lainnya.

"Saya mencoba by data penurunan penyakit itu supaya orang yakin. Terkadang orang itu bilang loh apa hubungannya kesehatan dengan lingkungan?," ujarnya.

Risma menceritakan saat beberapa tahun lalu, Balai Kota Surabaya sering terkena angin puting beliung. Namun akhir-akhir ini tidak terjadi karena bisa dicegah dengan pohon.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Tadi saya jelaskan itu dan mereka membenarkannya. Tapi kita nanamnya langsung pohon yang tinggi-tinggi, jadi artinya memang kita harus melakukan real bukan hanya untuk lomba atau untuk dipamerkan," tuturnya.

Risma akan menerapkan inovasi berupa tanaman cemara udang yang diadaptasi dari Thailand yang mampu menyelamatkan penduduknya dari Tsunami.

Penduduknya naik, ekonominya naik tapi sampah turun. Sampah dikelola masyarakat jadi kompos jadi larva penyakit juga turun, suhu juga turun, banjir juga turun.

Baca Juga: Tiga Rumah Pompa Baru Perkuat Ikhtiar Surabaya Menuju Kota Bebas Banjir

"Harus real agar manfaat terasa di kota surabaya. Ya salah satunya ini sudah di Surabaya sekarang tinggal di daerah utara saja. Kalau warganya nggak sulit ya jadi nanti juga tak tanami pohon kiri kanannya cemara udang. Mangrove bisa tapi di utara ngga bisa, makanya pakai cemara udang. Kalianak kesana," ungkapnya.

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.