Kamis, 11 Jun 2026 11:59 WIB

Bitcoin Berpotensi Kembali ke Level Harga Rp1 Miliar, Bisakah Tercapai?

  • Penulis :
  • | Minggu, 03 Mar 2024 10:35 WIB
ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Bitcoin (BTC) berhasil menembus angka $63.000 atau sekitar Rp989 juta pada hari Rabu (28/2) malam lalu, level tertinggi yang belum pernah terlihat sejak November 2021.

Kenaikan Bitcoin ke $63.000 didorong oleh kenaikan harga sebesar 42% di bulan Februari, menjadikannya kenaikan bulanan terbesar sejak Desember 2020.

Baca Juga: Negara Kini Bisa Sita Kripto untuk Bayar Utang, Apa Dampaknya?

Namun, aksi harga Bitcoin yang meroket signifikan memicu likuidasi kripto senilai hampir $700 juta selama 24 jam terakhir, alhasil BTC kembali anjlok 7�ri level tertinggi $63.734 ke kisaran $61.300. Aksi jual bergema di seluruh pasar aset kripto.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, melihat penurunan harga BTC dari all-time high (ATH) terbarunya itu disebabkan oleh investor yang mulai aksi taking profit atau ambil untung.

Di sisi lain, dari analisis teknikal menunjukkan bahwa BTC telah masuk ke dalam wilayah overbought, yang berarti ada potensi untuk koreksi harga. Tekanan jual semakin meningkat seiring dengan harga mencapai level tertinggi di $64.000.

"Penurunan harga BTC dari level ATH terbarunya disebabkan oleh fenomena yang lumrah dalam pasar kripto, yaitu aksi taking profit dari para investor. Kenaikan yang signifikan seperti yang kita saksikan belakangan ini seringkali diikuti oleh fase koreksi, dan hal ini tidak terkecuali bagi Bitcoin. Namun, ini juga bisa menjadi kesempatan bagi investor untuk membeli kembali Bitcoin saat harga turun, mengingat potensi jangka panjangnya yang tetap kuat," jelas Fyqieh.

Aksi harga Bitcoin yang meroket juga membawa rekor volume perdagangan untuk ETF BTC spot yang terdaftar di AS. IBIT BlackRock mencatat $3,3 miliar saham diperdagangkan, lebih dari dua kali lipat hari pemecahan rekor pada hari Rabu (28/2). ETF Bitcoin raih rekor ATH volume harian sebesar $2,6 miliar.

"Masuknya modal ke pasar karena ETF Bitcoin spot AS yang baru-baru ini disetujui telah memainkan peran penting dalam memicu lonjakan ini. Kenaikan pesat ini telah menghidupkan kembali ingatan akan pasar bullish kripto yang mendorong token ke rekor puncaknya hampir $69.000 pada November 2021, karena investor terkena FOMO untuk tertinggal pada kenaikan harga lebih lanjut," ujar Fyqieh.

Baca Juga: Siap-Siap! OJK Bakal Sanksi Influencer Kripto Nakal

Crypto Fear and Greed Index yang merupakan indikator utama psikologi investor, melonjak menjadi 82, menandakan "Extreme Greed" dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun.

"Meskipun level tersebut sering kali mendahului koreksi pasar, level tersebut juga menunjukkan peningkatan selera terhadap risiko dan investasi spekulatif."

Lebih lanjut menurut Fyqieh, para pelaku pasar secara strategis telah memasuki pasar Bitcoin menjelang peristiwa halving yang dijadwalkan pada bulan April. Proses halving, yang dirancang untuk memperlambat tekanan jual BTC, secara historis memicu reli harga yang signifikan.

Pada saat yang sama, kemungkinan penurunan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang telah meningkatkan minat investor terhadap aset-aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi dan lebih fluktuatif, sehingga semakin mendukung pergerakan naik Bitcoin.

Baca Juga: Tokocrypto Masuk 25 Bursa Kripto Terbesar Dunia di Usia 7 Tahun

Analisa Harga Bitcoin

Melihat analisis teknikal, saat ini kemungkinan koreksi juga masih bisa terjadi karena secara garis besar, apresiasi harga sudah mulai terlihat jenuh. Walau begitu dalam jangka pendek, Bitcoin masih dalam kondisi bullish dan berpotensi untuk melanjutkan kenaikan.

Namun, belum ada konfirmasi untuk mencapai harga $64.000 atau Rp1 miliar. Hal ini terlihat dari penolakan harga Bitcoin dari level $63.860. Bitcoin mungkin perlu mengalami koreksi, karena RSI (Relative Strength Index) berada dalam kondisi overbought dan menunjukkan potensi untuk koreksi.

Penurunan di bawah level $60.000 akan membawa level dukungan $58.000 ke dalamnya. Data aliran pasar ETF BTC spot tetap menjadi titik fokus. Tapi, melihat siklus arus masuk ETF terus mendorong harga BTC naik, ada kemungkinan BTC ke daerah $63.000-$65.000 dalam waktu dekat.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.