Senin, 27 Jul 2026 05:03 WIB

Bitcoin Berpotensi Kembali ke Level Harga Rp1 Miliar, Bisakah Tercapai?

  • Penulis :
  • | Minggu, 03 Mar 2024 10:35 WIB
ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Bitcoin (BTC) berhasil menembus angka $63.000 atau sekitar Rp989 juta pada hari Rabu (28/2) malam lalu, level tertinggi yang belum pernah terlihat sejak November 2021.

Kenaikan Bitcoin ke $63.000 didorong oleh kenaikan harga sebesar 42% di bulan Februari, menjadikannya kenaikan bulanan terbesar sejak Desember 2020.

Baca Juga: Negara Kini Bisa Sita Kripto untuk Bayar Utang, Apa Dampaknya?

Namun, aksi harga Bitcoin yang meroket signifikan memicu likuidasi kripto senilai hampir $700 juta selama 24 jam terakhir, alhasil BTC kembali anjlok 7�ri level tertinggi $63.734 ke kisaran $61.300. Aksi jual bergema di seluruh pasar aset kripto.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, melihat penurunan harga BTC dari all-time high (ATH) terbarunya itu disebabkan oleh investor yang mulai aksi taking profit atau ambil untung.

Di sisi lain, dari analisis teknikal menunjukkan bahwa BTC telah masuk ke dalam wilayah overbought, yang berarti ada potensi untuk koreksi harga. Tekanan jual semakin meningkat seiring dengan harga mencapai level tertinggi di $64.000.

"Penurunan harga BTC dari level ATH terbarunya disebabkan oleh fenomena yang lumrah dalam pasar kripto, yaitu aksi taking profit dari para investor. Kenaikan yang signifikan seperti yang kita saksikan belakangan ini seringkali diikuti oleh fase koreksi, dan hal ini tidak terkecuali bagi Bitcoin. Namun, ini juga bisa menjadi kesempatan bagi investor untuk membeli kembali Bitcoin saat harga turun, mengingat potensi jangka panjangnya yang tetap kuat," jelas Fyqieh.

Aksi harga Bitcoin yang meroket juga membawa rekor volume perdagangan untuk ETF BTC spot yang terdaftar di AS. IBIT BlackRock mencatat $3,3 miliar saham diperdagangkan, lebih dari dua kali lipat hari pemecahan rekor pada hari Rabu (28/2). ETF Bitcoin raih rekor ATH volume harian sebesar $2,6 miliar.

"Masuknya modal ke pasar karena ETF Bitcoin spot AS yang baru-baru ini disetujui telah memainkan peran penting dalam memicu lonjakan ini. Kenaikan pesat ini telah menghidupkan kembali ingatan akan pasar bullish kripto yang mendorong token ke rekor puncaknya hampir $69.000 pada November 2021, karena investor terkena FOMO untuk tertinggal pada kenaikan harga lebih lanjut," ujar Fyqieh.

Baca Juga: Siap-Siap! OJK Bakal Sanksi Influencer Kripto Nakal

Crypto Fear and Greed Index yang merupakan indikator utama psikologi investor, melonjak menjadi 82, menandakan "Extreme Greed" dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun.

"Meskipun level tersebut sering kali mendahului koreksi pasar, level tersebut juga menunjukkan peningkatan selera terhadap risiko dan investasi spekulatif."

Lebih lanjut menurut Fyqieh, para pelaku pasar secara strategis telah memasuki pasar Bitcoin menjelang peristiwa halving yang dijadwalkan pada bulan April. Proses halving, yang dirancang untuk memperlambat tekanan jual BTC, secara historis memicu reli harga yang signifikan.

Pada saat yang sama, kemungkinan penurunan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang telah meningkatkan minat investor terhadap aset-aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi dan lebih fluktuatif, sehingga semakin mendukung pergerakan naik Bitcoin.

Baca Juga: Tokocrypto Masuk 25 Bursa Kripto Terbesar Dunia di Usia 7 Tahun

Analisa Harga Bitcoin

Melihat analisis teknikal, saat ini kemungkinan koreksi juga masih bisa terjadi karena secara garis besar, apresiasi harga sudah mulai terlihat jenuh. Walau begitu dalam jangka pendek, Bitcoin masih dalam kondisi bullish dan berpotensi untuk melanjutkan kenaikan.

Namun, belum ada konfirmasi untuk mencapai harga $64.000 atau Rp1 miliar. Hal ini terlihat dari penolakan harga Bitcoin dari level $63.860. Bitcoin mungkin perlu mengalami koreksi, karena RSI (Relative Strength Index) berada dalam kondisi overbought dan menunjukkan potensi untuk koreksi.

Penurunan di bawah level $60.000 akan membawa level dukungan $58.000 ke dalamnya. Data aliran pasar ETF BTC spot tetap menjadi titik fokus. Tapi, melihat siklus arus masuk ETF terus mendorong harga BTC naik, ada kemungkinan BTC ke daerah $63.000-$65.000 dalam waktu dekat.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.