Kamis, 23 Jul 2026 05:45 WIB

Gebyar Gemoy di Surabaya Sepi, Rugikan Prabowo-Gibran?

Suasana Gebyar Gemoy di DBL Surabaya (Foto: Tomi for jatimnow.com)
Suasana Gebyar Gemoy di DBL Surabaya (Foto: Tomi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Acara Gebyar Gemoy di DBL Surabaya pekan lalu yang sepi memantik komentar berbagai pihak. Mereka menyebut, gagalnya acara tersebut merugikan Prabowo-Gibran.

Pengamat politik sekaligus Sosiolog Politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Agus Mahfudz Fauzi, menyebut panitia tidak mengantisipasi akan minimnya pendukung Paslon 02 yang datang ke acara. Sehingga gedung DBL Arena yang berkapasitas sekitar 5.000, yang hadir hanya ratusan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Karena pertama, panitia antisipasinya kurang, maksudnya kalkulasi yang menurut panitia itu akan hadir, tetapi tidak hadir secara maksimal," kata Agus, Kamis (1/2/2024).

Surabaya memang tidak bisa dipungkiri adalah kandang banteng, atau capres untuk 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Namun, kata Agus, pengerahan relawan bisa dilakukan jika persiapannya disiapkan betul oleh panitia.

"Kita pahami Surabaya itu basisnya 03 (Ganjar-Mahfud), tetapi sekali lagi kalau disiapkan betul oleh panitia tidak akan begitu, kecuali semua pemuda di Surabaya definitif," katanya.

Menurut Agus, acara semacam itu sebaiknya tidak sepenuhnya dipasrahkan kepada event organizer (EO), melainkan tim 02 juga harus menggerakkan pemilih Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Intinya adalah memang EO atau panitia itu harus bisa mendeteksi berapa jumlah simpatisan, atau relawan yang pasti. Kemudian itu dikerjasamakan dengan tim yang bukan bagian dari EO, tetapi dari tim 02 itu sendiri. Tetapi memang 02 di Surabaya itu, pendukungnya tidak sebesar 03 dan 01," katanya.

"Bisa mendatangkan massa orang-orang yang mereka bukan pemilih sebenarnya, tapi sifatnya massa bayaran. Nah, ini menjadikan hal yang tidak baik dalam artian merugikan (Prabowo-Gibran), seakan-akan ada pendukungnya padahal gak taunya tidak, ini yang saya kira perlu dijadikan pembelajaran," tambahnya.

Senada juga disampaikan oleh Pengamat Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Fahrul Muzakki, yang menyebut sepinya pengunjung karena persiapan panitia kurang matang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Ketika ada giat yang sepi, bisa jadi karena persiapan yang kurang matang, atau terlalu banyaknya kegiatan semacam itu sehingga overload. Harusnya mendekati detik-detik akhir itu, timses memperkuat relawan maupun memperluas ceruk, khususnya milenial dan Gen Z," katanya.

Menurut Fahrul, harusnya tim sukses 02 Prabowo-Gibran memperkuat relawan dan meperluas kekuatan khususnya milenial.

"Secara umum, bahwa semakin mendekati hari H pemilihan, memang penting sekali untuk memperkuat relawan maupun basis massa calon pemilih," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.