Senin, 08 Jun 2026 01:59 WIB

Mengukur Khofifah Effect pada Putaran Pilpres 2024

Moment akrab Khofifah dengan emak-emak saat blusukan (dok.jatimnow.com)
Moment akrab Khofifah dengan emak-emak saat blusukan (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan dan bakal menjadi bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka. Dukungan Khofifah membuat peta suara di Jatim kian dinamis.

Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam melihat peta persaingan ketiga pasangan calon (paslon) akan sangat sengit dan kompetitif, khususnya di Jatim. Hal ini tak lepas dari dukungan terbuka Khofifah untuk paslon nomor urut 2.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

"Saya pikir akan akan sangat sengit dan kompetitif Pilpres kali ini di Jatim," ujar Surokim saat dihubungi, Kamis (11/1/2024).

Surokim mengatakan, Khofifah bakal mengubah suara warga Nahdliyin. Terlebih, ia punya massa yang loyal, yakni Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Diketahui Khofifah adalah ketua umumnya.

"Bu Khofifah punya pasukan diam yang sangat loyal jika diremote, yakni Muslimat NU. Saya pikir ini yang bikin dukungan terbuka Bu Khofifah akan menjadi sangat bermakna di Jatim," imbuhnya.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Suara Nahdliyin kan relatif besar di Jatim, lebih dari 78 persen, ya pastilah bisa memecah dukungan gak mungkin bulat, apalagi sekarang ponpes dan para kiai juga mendapat kunjungan masing-masing paslon membuat dukungan itu bisa sangat cair. Namun sejauh yang saya amati suara muslimat sejauh ini relatif solid kalau urusan Pemilu," terangnya.

Kendati begitu, Surokim meyakini bahwa Pilpres yang diikuti tiga paslon ini akan berjalan dua putaran. Menurut peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) ini, untuk menang satu putaran dengan persentase lebih dari 50 persen sangat sulit.

Baca Juga: Jenis dan Bobot Sapi Kurban Orang Nomor 1 di Jatim

"Saya tetap memandang satu putaran itu berat, sangat butuh energi ekstra dan amat sangat bergantung pada momentum serta munculnya kondisi-kondisi khusus semacam ekstraordinary," jelasnya.

"Namanya politik selalu dinamis jika kondisi-kondisi yang saya sebut tadi muncul ya masih tetap ada kemungkinan satu putaran tapi menurut saya berat. Kondisi yang dimaksud, munculnya blunder dari kandidat yang masuk kategori berat, mobilisisasi dan money politics, netralitas ASN dan aparatur negara," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.