Kamis, 23 Jul 2026 06:32 WIB

Mengukur Khofifah Effect pada Putaran Pilpres 2024

Moment akrab Khofifah dengan emak-emak saat blusukan (dok.jatimnow.com)
Moment akrab Khofifah dengan emak-emak saat blusukan (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan dan bakal menjadi bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka. Dukungan Khofifah membuat peta suara di Jatim kian dinamis.

Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam melihat peta persaingan ketiga pasangan calon (paslon) akan sangat sengit dan kompetitif, khususnya di Jatim. Hal ini tak lepas dari dukungan terbuka Khofifah untuk paslon nomor urut 2.

Baca Juga: Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

"Saya pikir akan akan sangat sengit dan kompetitif Pilpres kali ini di Jatim," ujar Surokim saat dihubungi, Kamis (11/1/2024).

Surokim mengatakan, Khofifah bakal mengubah suara warga Nahdliyin. Terlebih, ia punya massa yang loyal, yakni Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Diketahui Khofifah adalah ketua umumnya.

"Bu Khofifah punya pasukan diam yang sangat loyal jika diremote, yakni Muslimat NU. Saya pikir ini yang bikin dukungan terbuka Bu Khofifah akan menjadi sangat bermakna di Jatim," imbuhnya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Lepas Karnaval Budaya di Alun-Alun Bangkalan, Ini Harapannya

"Suara Nahdliyin kan relatif besar di Jatim, lebih dari 78 persen, ya pastilah bisa memecah dukungan gak mungkin bulat, apalagi sekarang ponpes dan para kiai juga mendapat kunjungan masing-masing paslon membuat dukungan itu bisa sangat cair. Namun sejauh yang saya amati suara muslimat sejauh ini relatif solid kalau urusan Pemilu," terangnya.

Kendati begitu, Surokim meyakini bahwa Pilpres yang diikuti tiga paslon ini akan berjalan dua putaran. Menurut peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) ini, untuk menang satu putaran dengan persentase lebih dari 50 persen sangat sulit.

Baca Juga: Khofifah Sebut ALLPACK Surabaya Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

"Saya tetap memandang satu putaran itu berat, sangat butuh energi ekstra dan amat sangat bergantung pada momentum serta munculnya kondisi-kondisi khusus semacam ekstraordinary," jelasnya.

"Namanya politik selalu dinamis jika kondisi-kondisi yang saya sebut tadi muncul ya masih tetap ada kemungkinan satu putaran tapi menurut saya berat. Kondisi yang dimaksud, munculnya blunder dari kandidat yang masuk kategori berat, mobilisisasi dan money politics, netralitas ASN dan aparatur negara," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.