Rabu, 10 Jun 2026 10:36 WIB

6 Warga Sukosewu Bojonegoro Tiba-tiba Lumpuh

Salah satu warga Sokosewu yang terjangkit Chikungunya. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Salah satu warga Sokosewu yang terjangkit Chikungunya. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah warga di empat rukun tetangga (RT) Desa/Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro tiba-tiba menderita sakit lemas atau lumpuh. Diduga penyebabnya karen terjangkit penyakit chikungunya. 

Informasi yang dihimpun ada sebanyak 6 orang dewasa dan lansia di empat RT yang terjangkit virus chikungunya yang disebarkan oleh nyamuk ini. 

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Kepala Desa Sukosewu Suwarno menerangkan bahwa sejumlah warganya di RT 15, 16, 17, dan RT 18 mengalami sakit yang misterius. Mulanya para warga mengaku mengalami sakit seperti demam dan nyeri sendi datang tiba-tiba hingga menyebabkan mereka lemas dan lumpuh.

"Iya betul ada warga yang sakit lumpuh tiba-tiba," ungkapnya, Sabtu (16/12/2023).

Adapun warga yang sakit, lanjut Suwarno rata-rata berusia dewasa dan lansia. Sementara itu, kejadian lumpuhnya warga di empat RT itu sudah mendapat penaganan dari Puskesmas Sukosewu. 

Hasilnya berdasarkan diidentifikasi oleh petugas Puskesmas Sukosewu warga yang tiba-tiba sakit lumpuh itu terjangkit virus Chikungunya yang disebarkan oleh nyamuk dan telah menyebar di empat wilayah desanya. 

"Yang lumpuh rata-rata orang tua, ada 6 orang yang sakit, dua diantaranya sudah berangsur pulih dan dapat berjalan namun masih pakai alat bantu," katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukosewu dr Afrida menjelaskan, setelah mendapat laporan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Sukosewu, pihaknya langsung menindaklanjutinya dengan melakukan pemeriksaan epidemiologi pada 12 Desember 2023 yang lalu.

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian obat abate diikuti dengan pemberantasan sarang nyamuk keesokan harinya di tanggal 13 Desember 2023.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

"Kemarin sudah kita lakukan pemeriksaan epidemiologi guna mengidentifikasi penyebaran virus, radiusnya kurang lebih 300 meter," jelas dr Afrida.

Namun pihak Puskesmas mengaku tidak mempunyai data pasti sebaran virus Chikungunya di wilayah kerjanya, sebab banyak dari masyarakat yang terjangkit enggan memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan milik pemerintah.

"Sementara yang kita ketahui ya dari Desa Sukosewu," tambahnya.

Masyarakat pun diimbau untuk datang memeriksakan diri ke Puskesmas Sukosewu jika mengalami gejala Chikungunya, supaya petugas dapat segera menindaklanjuti pada area tinggal mereka yang terjangkit agar virus tidak menyebar luas.

Baca Juga: Waspada! Ini 5 Titik Rawan Laka dan 3 Area Macet di Bojonegoro

Sementara itu, salah satu warga RT 18 Desa Sukosewu, Warsini (60) yang terjangkit virus Chikungunya mengaku susah atau bahkan tidak bisa berjalan. Kondisi yang dialaminya itu sudah berlangsung sekitar 2 hari.

"Rasanya nyeri di sekujur tubuh, terutama pada bagian persendian," pungkasnya.

Sekadar diketahui penyakit Chikungunya adalah penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk yang bisa menyebabkan demam tiba-tiba dan nyeri sendi yang parah.

Tanda dan gejala lain termasuk kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan ruam. Tanda dan gejala chikungunya biasanya muncul dalam dua sampai tujuh hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.