Minggu, 26 Jul 2026 10:02 WIB

Harga Cabai Rawit di Trenggalek Tembus Rp75 Ribu

Salah seorang pedagang cabai di pasar basah Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Salah seorang pedagang cabai di pasar basah Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejak sebulan terakhir harga cabai rawit di pasar basah Trenggalek mengalami kenaikan menembus Rp 96 ribu per kilogram. Belum diketahui pasti penyebab kenaikan harga cabai rawit ini.

Para pedagang mengaku harganya sudah mahal dari tengkulak. Salah seornag pedagang, Siti Fatimah menyebut harga cabai rawit ini terus berubah setaip hari.

Baca Juga: 449 Jemaah Haji Trenggalek Tiba di Kampung Halaman, 3 Wafat di Tanah Suci

Kenaikan harga terjadi setiap hari mulai Rp6 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram. Dari harga normal yakni Rp40 ribu per Kg, saat ini harga cabai rawit tembus di angka Rp 75 ribu per Kg.

"Harga saat ini sudah hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan harga normalnya," ujarnya, Selasa (28/11/2023).

Dia mengaku mengambil cabai rawit dari tengkulak dengan harga yang sudah tinggi. Kenaikan harga tersebut membuat pelangganya mengurangi pembelian cabai rawit. Beberapa pelangganya juga lebih memilih untuk beralih ke cabai kering yang harganya cukup stabil.

Baca Juga: Ribuan Mitra MBG di Trenggalek Gelar Aksi Damai, Dukung Program Tetap Berlanjut

"Ya tentu ada pengurangan. Pembeli lebih banyak beralih ke harga cabai kering dengan harga Rp80 ribu per Kg," tuturnya.

Nur Mahmudah, salah seorang pembeli mengeluhkan kenaikan harga cabai rawit ini. Penjual bakso ini mengaku membutuhkan minimal 5 kilogram cabai rawit setiap hari untuk membuat sambal.

Untuk sementara, Nur memilih beralih ke cabai kering. Harganya yang relatif stabil membuat Nur menggunakan cabai kering dalam membuat sambal.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Harga cabai rawit sedang tidak bersahabat saat ini," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.