Kamis, 23 Jul 2026 09:12 WIB

Surabaya Kampanye Permainan Tradisional, Ajak Perang Lawan Gadget

Anak-anak senang berlomba permainan tradisional. (Foto-foto: Pemkot Surabaya for jatimnow.com)
Anak-anak senang berlomba permainan tradisional. (Foto-foto: Pemkot Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda Paud membuka Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan, Selasa (24/10/2023).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI melalui Direktorat Sekolah Dasar ini mengajak 310 peserta didik SD se-Surabaya untuk melestarikan budaya dengan melakukan aktivitas fisik lewat permainan tradisional.

Baca Juga: Sengketa Tata Ruang Graha Famili Surabaya, Sorotan Mengarah ke The Nook Cafe

Ratusan peserta siswa SD itu nampak antusias, ada ragam permainan yang di kompetisikan pada festival ini, di antaranya bola paku, bakiak, balap karung, kopral, dan bermain kelereng.

Selain itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kampanye Sekolah Sehat untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, permainan tradisional merupakan kekayaan budaya di Indonesia. Festival ini harus tetap dijaga agar bisa dikenalkan hingga mancanegara guna menguatkan identitas sebagai kekuatan budaya asli Indonesia.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ungkap Alasan Intens Sidak di Lapangan

"Ini diinisiasi oleh Kemendikbudristek, ada permainan tradisional. Hampir sama dengan konsep Pemkot Surabaya, dimana kita sedang menggiatkan permainan dan olahraga tradisional sehingga di setiap sekolah ada kegiatan menuju Sekolah Sehat. Tujuannya untuk menggerakan kebersamaan dan kekompakan agar anak-anak tidak bermain gadget saja,” kata Eri.

Sebagai upaya pelestarian budaya tradisional, Pemkot Surabaya juga menyediakan ragam permainan tradisional di balai RW.

Ini sebagai bukti kesadaran bahwa permainan tradisional membawa dampak positif bagi tumbuh kembang anak, pasca minim interaksi akibat pandemi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa SMA/SMK/MA Sederajat

"Di balai RW, selain dibuat sinau dan ngaji bareng, kami menyediakan ragam permainan tradisional untuk meningkatkan rasa kebersamaan antar anak-anak SD,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikbudristek RI, Mohammad Hasbi mengatakan, dalam rangka mengkampanyekan gerakan Sekolah Sehat yang telah diluncurkan oleh Menteri Kemendikbudristek RI, Nadiem Makarim di tahun 2022 lalu, pihaknya ingin mengajak anak-anak lebih banyak bergerak melakukan aktivitas fisik supaya kebugaran mereka lebih meningkat.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.