Selasa, 09 Jun 2026 00:06 WIB

Harga Jual Tembakau di Probolinggo Tinggi, Mengapa?

  • Penulis :
  • | Kamis, 30 Agu 2018 12:00 WIB
Tanaman tembakau di Probolinggo
Tanaman tembakau di Probolinggo

jatinnow.com - Saat ini petani tembakau di Kabupaten Probolinggo mulai panen tanamannya. Bahkan, dengan berkurangnya area tanam tahun ini berdampak pada harga  jual tembakau melejit dan cenderung tinggi.

Berdasarkan data area tanam tembakau Kabupaten Probolinggo tahun 2018 ditargetkan mencapai 10.774 herktare di beberapa kecamatan. Namun yang terealisasi hanyalah 9000 hektare saja. 

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

"Jadi dengan berkurangnya lahan tanam sangat berdampak kepada mahalnya harga jual tembakau petani," kata ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo, Ahmad Mudakkir, Rabu (29/8/2018).

Bahkan harga jual tembakau di kalangan petani untuk panen pertama daun tembakau berkisar Rp.37 ribu dalam perkilogramnya. "Bisa saja harga ini akan terus meningkat.Bahkan diperkirakan dalam perkilogramnya bisa mencapai Rp.45 ribu perkilogramnya untuk panen raya kedua," jelasnya.

Sementara itu, Saifullah (32)  salah satu petani tembakau asal Desa Rawan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo mengatakan, saat ini petani tembakau  di daerahnya memang sudah mulai memanen daun tembakaunya.

Namun sebelum dijual, daun tembakau yang dipanen  dari sawah harus melewati proses pengerjaan dulu.

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

"Pemetikan daun, peradangan dan penjemuran. Baru selepas itu tembakau siap dipasarkan," ujarnya.

Saifullah juga mengatakan,  untuk panen daun tembakau paling bawah harganya memang sangat mahal saat ini. Dengan kondisi ini petani sangat diuntungkan. 

"Semoga hasil tembakau yang dimiliki petani bisa memperoleh keuntungan dan bisa membawa kesuksesan untuk petani," ungkapnya.

Dia juga mengatakan dengan adanya panen tembakau, tingkat upah buruh di  desanya mengalami peningkatan. Karena banyak warga yang menerima upah petik dan upah rajang.

Baca Juga: PTPN I Regional 5 Gandakan Lahan Tembakau Klaten, Bangun 38 Sumur Bor

"Jadi ongkos yang saya keluarkan dalam satu kali panen daun tembakau mengeluarkan biaya sebesar Rp 500 ribu. Namun tingginya harga jual terhitung petani masih sangat diuntungkan untuk mendapatkan hasil,"  tegasnya.

Reporter: Mahfud Hidayatullah
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.