Selasa, 28 Jul 2026 05:56 WIB

Harga Jual Tembakau di Probolinggo Tinggi, Mengapa?

  • Penulis :
  • | Kamis, 30 Agu 2018 12:00 WIB
Tanaman tembakau di Probolinggo
Tanaman tembakau di Probolinggo

jatinnow.com - Saat ini petani tembakau di Kabupaten Probolinggo mulai panen tanamannya. Bahkan, dengan berkurangnya area tanam tahun ini berdampak pada harga  jual tembakau melejit dan cenderung tinggi.

Berdasarkan data area tanam tembakau Kabupaten Probolinggo tahun 2018 ditargetkan mencapai 10.774 herktare di beberapa kecamatan. Namun yang terealisasi hanyalah 9000 hektare saja. 

Baca Juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

"Jadi dengan berkurangnya lahan tanam sangat berdampak kepada mahalnya harga jual tembakau petani," kata ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo, Ahmad Mudakkir, Rabu (29/8/2018).

Bahkan harga jual tembakau di kalangan petani untuk panen pertama daun tembakau berkisar Rp.37 ribu dalam perkilogramnya. "Bisa saja harga ini akan terus meningkat.Bahkan diperkirakan dalam perkilogramnya bisa mencapai Rp.45 ribu perkilogramnya untuk panen raya kedua," jelasnya.

Sementara itu, Saifullah (32)  salah satu petani tembakau asal Desa Rawan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo mengatakan, saat ini petani tembakau  di daerahnya memang sudah mulai memanen daun tembakaunya.

Namun sebelum dijual, daun tembakau yang dipanen  dari sawah harus melewati proses pengerjaan dulu.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

"Pemetikan daun, peradangan dan penjemuran. Baru selepas itu tembakau siap dipasarkan," ujarnya.

Saifullah juga mengatakan,  untuk panen daun tembakau paling bawah harganya memang sangat mahal saat ini. Dengan kondisi ini petani sangat diuntungkan. 

"Semoga hasil tembakau yang dimiliki petani bisa memperoleh keuntungan dan bisa membawa kesuksesan untuk petani," ungkapnya.

Dia juga mengatakan dengan adanya panen tembakau, tingkat upah buruh di  desanya mengalami peningkatan. Karena banyak warga yang menerima upah petik dan upah rajang.

Baca Juga: Pedagang Tempe di Probolinggo Menjadi Korban Begal, Motor dan Dagangan Raib

"Jadi ongkos yang saya keluarkan dalam satu kali panen daun tembakau mengeluarkan biaya sebesar Rp 500 ribu. Namun tingginya harga jual terhitung petani masih sangat diuntungkan untuk mendapatkan hasil,"  tegasnya.

Reporter: Mahfud Hidayatullah
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.