Di Balik Menghilangnya Rasa Pedas di Probolinggo
PROBOLINGGO:: jatimnow.com - Bagi yang gemar masakan atau kuliner super pedas di Probolinggo pantas untuk menjerit.
Bagaimana tidak, harga cabai rawit sepakan ini meroket. Tak tanggung-tanggung, harganya melambung hingga 100�ri harga normal.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo
Mbak Sri (34), pedagang di Pasar Baru Kota Probolinggo menerangkan harga cabe di pasaran sudah mencapai Rp 50.000 ribu perkilogramnya. Harga ini bertahan sepekan ini."
Padahal normalnya Rp 25 ribu perkilo, sekarang naiknya edan-edanan," keluh Mbak Sri, Selasa (26/12/2017).
Lain lagi dengan Nadiroh (36). Ibu dua anak ini terpaksa mengurangi kuota pembelian cabai rawit dengan alasan harga mahal.
Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo
Biasanya, dia yang punya usaha warung makan membeli cabai rawit 4 Kilogram setiap harinya kini menyusut menjadi separohnya.
"Terpaksa. Ya gimana lagi," kata dia saat ditemui sedang belanja bersama anak bungsunya.
Baca Juga: Mobil Terbakar di SPBU Semampir Probolinggo, Diduga Muat Banyak Jerikan
Karena daya beli menurun otomatis juga berpengaruh terhadap rasa masakannya. Jika lodeh terong biasanya super pedas, kini rasa pedasnya agak berkurang.
"Pelanggan ya protes, tapi ya tetap beli makan wong sudah langganan," ungkap dia dengan tersenyum.
(redaksi)
URL : https://jatimnow.id/baca-62-di-balik-menghilangnya-rasa-pedas-di-probolinggo