Senin, 27 Jul 2026 20:44 WIB

Menikmati Wayang Thengul, Rangkaian Sedekah Bumi Warga Desa Campurejo Bojonegoro

Suasana hikmat pergelaran Wayang Thengul di Desa Campurejo Kecamatan Kota Bojonegoro. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Suasana hikmat pergelaran Wayang Thengul di Desa Campurejo Kecamatan Kota Bojonegoro. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tradisi sedekah bumi dengan berbagai prosesi dan ritualnya masih cukup kental dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Bojonegoro.

Seperti halnya pergelaran Wayang Thengul semalam suntuk yang menjadi rangkaian acara sedekah bumi yang digelar oleh masyarakat warga Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro pada Selasa (26/9/2023) malam.

Baca Juga: Kecewa Suami Selingkuh, TKW Asal Bojonegoro Ratakan Rumah dengan Alat Berat

Pergelaran ini dipimpin oleh dalang kondang asli Kabupaten Bojonegoro Ki Trio Wahyu Aji yang membawakan lakon cerita ‘Turunnya Wahyu Tohjali’.

Acara juga dimeriahkan dengan Tari Remo dilanjutkan dengan Tari Mbeso bersama warga setempat dengan diiringi gending Jawa.

Malam semakin larut, tibalah pada acara puncak Kepala Desa Campurejo Edi Sampurno menyerahkan gunungan wayang tanda di mulainya pergelaran Wayang Thengul.

Nampak satu persatu warga memenuhi deretan kursi di halaman Pendopo Balai Desa Campurejo. Terlihat raut wajah sumringah warga yang tak sabar menyaksikan pergelaran wayang sembari menikmati kopi hangat dan jajanan tradisional yang disediakan panitia.

Kepala Desa Campurejo Edi Sampurno mengatakan pergelaran Wayang Thengul ini merupakan rangkaian acara sedekah bumi sebagai wujud rasa sukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang berlimpah sekaligus doa bersama agar dijauhkan dari wabah penyakit atau tolak bala.

Sementara, pergelaran Wayang Thengul merupakan hiburan bagi masyarakat juga penghormatan terhadap para leluhurnya.

Baca Juga: Dua Hari Hilang, Pencari Ikan Asal Bojonegoro Ditemukan Tewas di Bengawan Solo

"Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahunnya. Ini sekaligus melestarikan dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya pada generasi muda," ujarnya pada jatimnow.com.

Adapun rangkaian kegiatan sedekah bumi Desa Campurejo, lanjut Edi, dimulai dengan khataman alquran, tahlil, dan do’a bersama di makam Sido Mulyo, Dusun Plosolanang. Selanjutnya, pergelaran wayang Thengul yang dipersembahkan di Pendopo Desa Campurejo.

"Untuk puncaknya besok Kamis (28/9/2023) ada kirab gunungan dari kantor desa menuju ke makam Eyang Manis," tambahnya.

Sementara itu, Ketua BPD di Desa Campurejo Nurhasim menambahkan wayang Thengul ini merupakan tradisi budaya yang dipercayai warga merupakan kesukaan dan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus hiburan bagi masyarakat. Di mana, Mbah Krapyak dan Mbah Manis diyakini warga masyarakat, sebagai leluhur yang mengawali kehidupan di Desa Campurejo.

Baca Juga: Hilang Saat Berenang di Bengawan Solo, Pemuda Bojonegoro Ditemukan Meninggal

“inilah budaya masyarakat jawa, ini sebagai wujud atau cara kita mensyukuri nikmat dan karunia Allah Swt, juga doa kita kepada para pendahulu dan leluhur,” ujarnya.

Agar tidak punah tergerus perkembangan zaman kegiatan Ia bersama Pemdes dan juga masyarakat telah sepakat agar kegiatan ini menjadi rutinan setiap tahunnya.

“Kalau petilasan mbah Krapyak tempatnya sekarang sudah dibangun masjid Baitur Rahmat. Mudah-mudahan ikhtiar kita untuk melestarikan tradisi dan budaya ini bisa terus berjalan, agar generasi kita tidak melupakan sejarah,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.