Rabu, 10 Jun 2026 13:41 WIB

Proyeksi Bitcoin: Sejarah Reli Bulan Oktober akan Terwujud?

  • Penulis :
  • | Rabu, 27 Sep 2023 13:03 WIB
ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Kilas balik Agustus terbukti menjadi bulan yang menantang bagi pasar kripto. Hal ini ditandai dengan tren bearish yang membuat para investor tegang.

Namun, dengan September yang mulai menampakkan harapan bullish, diprediksi pada bulan Oktober nanti harapan akan tersebut akan tumbuh menjadi realita.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

Berdasarkan data Bitcoin Monthly returns, sejauh ini ada kemungkinan pergerakan BTC pada September 2023 akan ditutup di atas 1�n jauh dari angka minus seperti bulan Agustus lalu.

Menjadi pertanyaan penting selanjutnya, akankah Bitcoin mengulangi sejarah dan pulih pada bulan Oktober?

Bitcoin (BTC) sendiri di pekan terakhir September ini tengah melanjutkan fase penurunan volatilitas bergerak di rentang harga US$ 26.000-US$ 26.500.

Meskipun demikian, terlepas dari tantangan-tantangan yang ada, Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menyatakan optimisme mengenai masa depan Bitcoin.

Fyqieh menjelaskan ada beberapa pandangan bullish untuk BTC, menekankan beberapa faktor yang dapat mendorong harga kripto tersebut lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

“Bitcoin sedang memasuki periode musiman yang positif. Selama tiga tahun terakhir, Oktober secara konsisten muncul sebagai bulan dengan kinerja terbaik bagi BTC, dengan musim positif ini sering kali meluas hingga kuartal pertama tahun berikutnya. Namun, perlu diketahui lanskap pasar kripto tahun ini menghadirkan serangkaian tantangan unik," kata Fyqieh.

Sentimen Bitcoin

Menurut Fyqieh, sebelum tahun 2022, Bitcoin tidak pernah berada di lingkungan di mana suku bunga bank sentral AS melebihi 2%.

Saat ini, suku bunga The Fed telah melampaui 5%, dan bank sentral di seluruh dunia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi, karena bergulat dengan tekanan inflasi.

"Lanskap suku bunga yang belum pernah terjadi sebelumnya ini menimbulkan elemen ketidakpastian, menimbulkan pertanyaan tentang apakah siklus musiman tradisional Bitcoin akan bertahan atau apakah kripto ini akan menunjukkan arah yang berbeda," jelasnya.

Baca Juga: Siap-Siap! OJK Bakal Sanksi Influencer Kripto Nakal

Salah satu titik fokus utama yang akan mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin pada bulan Oktober adalah keputusan regulator AS mengenai aplikasi BlackRock dan gergasi keuangan lainnya yang mengajukan peluncuran ETF (Exchange-Traded Fund) Bitcoin spot di Amerika Serikat.

Tanggal keputusan ini ditetapkan pada 17 Oktober, namun, sebagaimana yang telah terjadi sebelumnya, SEC (Securities and Exchange Commission) mungkin memutuskan untuk menunda tenggat waktu tersebut selama 45 hari lagi.

"Keputusan SEC akan memiliki dampak signifikan pada arah pergerakan Bitcoin. Jika ETF Bitcoin spot disetujui, ini dapat membuka pintu bagi investor institusional yang lebih besar untuk masuk ke pasar kripto. Namun, jika keputusan ditunda atau ditolak, hal ini bisa menyebabkan ketidakpastian tambahan di pasar," terang Fyqieh.

Bitcoin Diharapkan Tembus Rp453 Juta

Dari sisi analisis teknikal, Oktober menunjukkan bahwa Oktober adalah bulan yang positif untuk Bitcoin mengingat data historis. Saat ini, harga Bitcoin di atas US$ 26.000 atau sekitar Rp 403 juta adalah level yang penting.

Dalam jangka pendek Fyqieh menyatakan bahwa Bitcoin saat ini berada di zona penurunan, analis menyatakan bahwa BTC gagal melewati resistensi US$ 27.500 (Rp 426 juta).

Baca Juga: BI Kediri Optimis Ekonomi Jawa Timur Lebih Baik di Tahun 2026

“Setelah penurunan minggu lalu, BTC sedang berjuang untuk mempertahankan posisinya di atas level dukungan US$ 26.000. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh pasar yang tidak memiliki tren, kurangnya likuiditas, dan sikap apatis dari investor karena belum ada sentimen bullish kuat dalam jangka pendek," kata Fyqieh.

Namun, data historis menunjukkan bahwa bulan Oktober secara umum memberikan sinyal bullish untuk BTC. Fyqieh menyatakan optimisme akan kebangkitan Bitcoin seperti yang terjadi pada Oktober 2019, yang berpotensi menghasilkan kenaikan 10%.

Dia berpendapat bahwa pergerakan ke atas seperti itu dapat mendorong Bitcoin kembali ke level US$ 29.200 atau sekitar Rp 453 juta.

Sepanjang tahun, level resistensi US$ 30.000 (Rp 465 juta) telah menunjukkan ketahanannya, secara konsisten menggagalkan upaya Bitcoin untuk mencapai tingkat harga yang lebih tinggi.

Tantangan ini diperparah dengan pengamatan bahwa September secara historis merupakan bulan yang buruk bagi Bitcoin.

"Dalam konteks semua tantangan ini, para investor Bitcoin akan berharap bahwa sejarah reli Bitcoin di bulan Oktober akan berlanjut. Namun, satu hal yang pasti adalah bahwa pasar kripto selalu penuh dengan ketidakpastian dan volatilitas, sehingga penting bagi para investor untuk melakukan riset yang cermat dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi mereka," tutup Fyqieh.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.