Selasa, 30 Jun 2026 13:18 WIB

Tak Bisa Ambil Uang, Kantor Koperasi di Probolinggo Digeruduk Anggota

  • Penulis :
  • | Rabu, 29 Agu 2018 12:50 WIB
Nasabah mendatangi kantor koperasi
Nasabah mendatangi kantor koperasi

jatimnow.com - Puluhan orang menggeruduk kantor Koperasi Simpan Pinjam, Mitra Perkasa, di Jalan Raya Panglima Sudirman, Kota Probolinggo.

Mereka mengaku sebagai anggota maupun calon anggota koperasi tersebut, kecewa dan marah karena dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini tidak bisa mengambil secara bebas uang yang disimpannya.

"Saya kecewa, soalnya uang saya disimpan di sini mau diambil, tapi kenapa harus dibatasi dan dicicil. Saya khawatir uang saya tidak kembali utuh," ujar Endah Riana salah satu anggota koperasi tersebut, Rabu (28/8/2018).

Endah menjadi nasabah Koperasi Mitra Perkasa sudah sekitar setahun lalu. Katanya, selama ini pengambilan uang berjalan lancar. Namun, akhir-akhir ini dirinya susah mengambil uang di koperasi sesuai yang diinginkannya.

"Kok bisa sekarang anggota dibatasi untuk mengambilnya. Setiap harinya nasabah bisa mengambil uangnya hanya dibatasi Rp 250 ribu saja," katanya.

Hal senada disampaikan anggota lainnya Ahmad  Maulidi. Katanya, dirinya sangat menyayangkan sikap koperasi yang membatasi nasabahnya mengambil uang.

"Setiap harinya nasabah yang bisa mengambil uang hanya untuk kuota 60 orang," kata Ahmad.



Jika dinilai sudah melebihi kuota, maka nasabah lainnya yang ingin mengambil dananya sudah tidak bisa.

"Jadi setiap anggota ada nomor antrean. Kalau 60 nomor antrean habis, maka anggota harus mengambil keesokan harinya," terangnya.

Dengan adanya kuota 60 anggota setiap harinya dengan besaran Rp 250 ribu per orang. Maka pihak manajemen Koperasi Mitra Sejahtera hanya menyiapkan dana sebesar Rp 15.000.000 juta per harinya.

Manajer Koperasi Mitra Perkasa Willy Soekanto mengatakan, saat ini kondisi koperasi sedang mangalami ketidakseimbangan keuangan antara output dengan inputnya.

"Karena keuangan yang masih piutang di nasabah sekitar 100 milliar. Namun saat ini keuangan yang masih piutang masih belum terbayarkan," katanya.

Willy mengaku, pihaknya berjanji akan menyelesaikan persoalan ini dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.

"Jadi akhir Desember tahun ini manajemen koperasi bisa berjalan seperti sebelumnya," ujarnya.

Jumlah anggota koperasi ini sekitar 10.000 nasabah. Mereka tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo dan Kabupaten Lumajang.

Disinggung mengenai kondisi keuangan koperasi yang tidak bisa memenuhi keinginan nasabah karena adanya peminjaman oleh pasangan calon kepala daerah untuk menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Probolinggo Tahun 2018.

"Jadi koperasi ini tidak ada hubungan dengan calon siapapun," tegasnya.

Reporter: Mahfud Hidayatullah

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Nyaris Tuntas, 95 Persen Jemaah Haji Tiba via Debarkasi Surabaya

Progres pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya telah mencapai 95 persen (42.013 orang). PPIH mencatat 17 jemaah masih dirawat di Arab Saudi dan 77 orang wafat.

Libur Sekolah, Volume Pengguna Commuter Line Area 8 Surabaya Melonjak 11,69%

Total volume pengguna commuter line di area 8 Surabaya menembus 374.110 orang, dengan rata-rata melayani 53.444 pengguna per hari.

PPLI dan DESI Hadirkan Soiusi Pengelolaan Limba yang Aman dan Berkelanjutan

Wujud sinergi DOWA Group di Indonesia dalam menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang aman, inovatif, dan berkelanjutan bagi sektor industri.

Kisah Apoteker asal Surabaya Lolos S3 Griffith University Australia

Alumni Farmasi UNAIR apt. Khusnul Fitri Hamidah melanjutkan studi doktoral di Griffith University setelah berkarier di RS Universitas Airlangga

Diduga Lakukan Penggelapan, Mantan Calon Bupati Tulungagung Diadukan Polisi

Satreskrim Polres Tulungagung melakukan mediasi kepada kedua belah pihak. Namun belum menemukan titik temu dalam pembahasannya.

Krisis Biokultural Ancam Bahasa, Ritual, dan Pengetahuan Masyarakat Adat

WGII mengingatkan krisis biokultural mengancam bahasa, ritual, dan pengetahuan Masyarakat Adat yang selama ini menjaga alam Indonesia.