Senin, 08 Jun 2026 19:21 WIB

AKD Bojonegoro Geruduk Kantor DPRD, Ada Apa?

Suasana audiensi antara pimpinan DPRD Bojonegoro bersama perwakilan asosiasi Kepala Desa (AKD) Bojonegoro (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Suasana audiensi antara pimpinan DPRD Bojonegoro bersama perwakilan asosiasi Kepala Desa (AKD) Bojonegoro (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah Kepala dan Perangkat Desa yang terhimpun dalam Asosiasi Kepala Desa (AKD) di Kabupaten Bojonegoro mendatangi kantor DPRD setempat, pada Rabu (20/9/2023).

Kedatangan mereka untuk mengawal jalannya Banggar DPRD dan memastikan realisasi progam BKKD bagi desa yang belum mendapat anggaran hingga menanyakan pencairan anggaran dana yang belum cair.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Pembina Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Kabupaten Bojonegoro, Samudi mengatakan ada sebanyak 33 desa yang belum mendapat mobil siaga padahal telah dianggarkan untuk 419 desa di Kabupaten Bojonegoro.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar pemberian bantuan program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) diberikan secara proporsional.

"Sampai hari ini belum jelas mekanismenya, pemberian bantuan antara desa satu dengan yang lain itu beda, tolak ukurnya apa? Hingga saat ini Desa Kepohkidul belum mendapat, tentu ini menjadi beban moral bagi kepala desa, " ujar Samudi yang juga menjabat Kepala Desa Kepohkidul Kecamatan Kedungadem.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Sementara itu, Ketua DPRD Bojonegoro Abdullah Umar mengatakan ada 5 tuntutan yang disampaikan oleh perwakilan AKD, diantaranya yakni meminta agar segera merealisasikan progam bantuan mobil siaga untuk 33 desa yang belum mendapatkan.

Selanjutnya, merealisasikan kurang bayar dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2022, sebesar 12,5 persen yang baru dibayarkan 10 persen oleh Pemkab Bojonegoro. Mereka juga meminta penambahan sebesar 20 persen pada ADD karena penerimaan dana bagi hasil (DBH) Migas naik nilainya. Serta kejelasan program BKKD yang diberikan secara proporsional kepada 419 desa.

Selain itu, mereka juga meminta menghapus atau mengganti Perbup yang mengatur syarat pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) harus melunasi pemungutan dan atau penagihan pajak bumi dan bangunan (PBB).

Baca Juga: Waspada! Ini 5 Titik Rawan Laka dan 3 Area Macet di Bojonegoro

"Hari ini kita duduk bersama untuk menyamakan pandangan, ada 5 hal yang menjadi tuntutan, dan ini akan kita bahas dalam rapat, pada pripsipnya DPRD akan tetap memperjuangkan apa-apa yang menjadi kemaslahatan dan kesejahteraan warga Bojonegoro, " singkatnya.

Hingga berita ini ditayangkan sejumlah AKD masih menduduki gedung DPRD Bojonegoro untuk mengawal jalannya rapat banggar. Dalam rapat ini Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah dan Wakil Bupati Budi Irawanto nampak hadir dalam rapat banggara bersama DPRD.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.