Minggu, 26 Jul 2026 03:37 WIB

Teatrikal Perobekan Bendera, Ini Makna Filosofinya

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Minggu, 17 Sep 2023 20:18 WIB
Salah satu adegan teaterikal perobekan bendera. (Foto: Haryo Agus /jatimnow.com)
Salah satu adegan teaterikal perobekan bendera. (Foto: Haryo Agus /jatimnow.com)

jatimnow.com - Teatrikal yang berlangsung di hotel majapahit Surabaya, Minggu (17/09/2023) dalam rangka refleksi tragedi perobekan bendera belanda oleh pahlawan Surabaya memiliki filosofi yang mendalam.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa teatrikal tersebut bukan hanya sebagai tontonan semata. Namun, masyarakat surabaya harus memaknai filosofi yang terkandung didalamnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Sebenarnya kalau kita melihat teatrikal perobekan bendera ini adalah filosofinya bagaimana rakyat Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan gagah beraninya menyobek bendera warna birunya sehingga menjadi warna merah putih," ujar Eri Cahyadi.

Orang nomor satu di Kota Pahlawan itu menyebutkan bahwa makna yang terkandung dalam teatrikal perobekan bendera itu adalah bagaimana masyarakat Surabaya, setelah merdeka harus mempunyai semangat perjuangan dalam menumpas kebodohan, kemiskinan, dan hal negatif lainnya.

"Maka hari ini setelah kita merdeka, kita harus berani menyobek yang namanya kebodohan, berani menyobek warna kemiskinan, berani menyobek warna stunting. Sehingga ini dibutuhkan semangat dari arek arek Suroboyo dan seluruh warga suroboyo untuk memerdekakan warga Surabaya dari stunting, kemiskinan, kebodohan dan lain lain yang bersifat negatif," jelasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Refleksi perobekan bendera tersebut juga menghadirkan para veteran, pelaku perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Legion Veteran Republik Indonesia (LVRI) diundang sebagai bentuk refleksi untuk penghormatan perjuangannya mempertahankan kemerdekaan.

"Bukti bahwa kita tidak boleh melupakan sejarah dan kita harus menghormati beliaunya. LVRI ini adalah orang-orang hang ikut berjuang dulu sehingga hadirnya merwka itu memberikan warna kepada kita bahwa bagaimana dulu ributnya, susahnya mereka merebut kemerdekaan," ucapnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Lebih dalam lagi, Eri berpesan, untuk menghormati jasa para pahlawan yang sudah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, masyarakat Surabaya khususnya dan masyarakat Indonesia untuk tetap bersatu mempertahankan NKRI.

"Mangkane saiki wes merdeka ojok gegeran, ojok ngeroso paling pinter, ojok ngeroso paling sempurna senengane nyelatu. Ini kita diajarkan oleh legion perang tadi bahwa kita harus tetap bersatu mempertahankan NKRI ini," tandasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.