Kamis, 23 Jul 2026 13:14 WIB

Beradu Ketangkasan Permainan Egrang di Era Milenial

  • Penulis :
  • | Senin, 27 Agu 2018 09:28 WIB
Permainan egrang/Foto: Mahfud Hidayatullah for jatimnow.com
Permainan egrang/Foto: Mahfud Hidayatullah for jatimnow.com

jatimnow.com - Ditengah maraknya permainan modern di era mileneal, permainan tradisional mulai banyak yang terlupakan. Namun di Kota Probolinggo, permainan tradisional egrang  masih banyak dikenal oleh kalangan masyarakat terutama bagi anak-anak.

Permainan tradisional egrang  tampak dimainkan oleh 19 siswa tingkat SD se Kota Probolinggo pada Senin (27/8/2018), di stadion Banyuangga, Jalan Panjaitan, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Baca Juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

Mereka beradu ketangkasan dengan keseimbangan tubuh dalam memainkan egrang yang ada. "Ini untuk meningkatkan skill siswa serta menanamkan kemandirian pada siswa melalui permainan ini," kata koordinator pelaksana lomba olahraga tradisional Kota Probolinggo,  Slamet Riyadi, di lokasi pertandingan.

Slamet mengaku, egrang yang dimainkan oleh siswa tersebut, sudah sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Panjang egrang yang harus dipakai yakni ukuran 2,5 meter. 

"Dari ukuran yang ada, jarak 50 centimeter bagian bawah dibuatkan tempat untuk dasar telapak kaki pemainnya," ujarnya.

Dalam pertandingan  itu kata Slamet, pemain harus bisa melaju dengan kecepatan tinggi disertai dengan skill dan keseimbangan tubuhnya. "Kalau hal itu tidak dimiliki, maka pemain tidak bisa lolos menjadi pemenang," tegasnya.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

Dari jumlah peserta yang bertanding dalam olahraga egrang, pemenang akan diberikan uang pembinaan. "Sehinga siswa tersebut bisa mengembangkan skil permainan enggrang yang dimilikinya," ujarnya.

Muhammad Kevin Firmansyah (12), salah satu permainan enggrang Kota Probolinggo, mengatakan, dirinya belajar egrang berawal dari sekolahnya. Dia mengaku senang dengan permainan ini.

"Untuk belajar ini memang harus penuh kesabaran dan kemauan keras, terutama mengatur keseimbangan tubuhnya. Kalau tidak seimbang maka secara otomatis pemain akan terjatuh," ungkapnya.

Dia juga mengaku, selain di sekolah dalam belajar egrang, Kevin juga memiliki enggrang yang dibuatkan oleh orang tuanya di rumah.

Baca Juga: Pedagang Tempe di Probolinggo Menjadi Korban Begal, Motor dan Dagangan Raib

"Saat sore hari saya kerap kali bermain egrang bersama dengan teman bermain," imbuhnya.

Tulisan dikirim oleh Mahfud Hidayatullah

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.