Senin, 08 Jun 2026 01:33 WIB

Beradu Ketangkasan Permainan Egrang di Era Milenial

  • Penulis :
  • | Senin, 27 Agu 2018 09:28 WIB
Permainan egrang/Foto: Mahfud Hidayatullah for jatimnow.com
Permainan egrang/Foto: Mahfud Hidayatullah for jatimnow.com

jatimnow.com - Ditengah maraknya permainan modern di era mileneal, permainan tradisional mulai banyak yang terlupakan. Namun di Kota Probolinggo, permainan tradisional egrang  masih banyak dikenal oleh kalangan masyarakat terutama bagi anak-anak.

Permainan tradisional egrang  tampak dimainkan oleh 19 siswa tingkat SD se Kota Probolinggo pada Senin (27/8/2018), di stadion Banyuangga, Jalan Panjaitan, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

Mereka beradu ketangkasan dengan keseimbangan tubuh dalam memainkan egrang yang ada. "Ini untuk meningkatkan skill siswa serta menanamkan kemandirian pada siswa melalui permainan ini," kata koordinator pelaksana lomba olahraga tradisional Kota Probolinggo,  Slamet Riyadi, di lokasi pertandingan.

Slamet mengaku, egrang yang dimainkan oleh siswa tersebut, sudah sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Panjang egrang yang harus dipakai yakni ukuran 2,5 meter. 

"Dari ukuran yang ada, jarak 50 centimeter bagian bawah dibuatkan tempat untuk dasar telapak kaki pemainnya," ujarnya.

Dalam pertandingan  itu kata Slamet, pemain harus bisa melaju dengan kecepatan tinggi disertai dengan skill dan keseimbangan tubuhnya. "Kalau hal itu tidak dimiliki, maka pemain tidak bisa lolos menjadi pemenang," tegasnya.

Baca Juga: Mobil Terbakar di SPBU Semampir Probolinggo, Diduga Muat Banyak Jerikan

Dari jumlah peserta yang bertanding dalam olahraga egrang, pemenang akan diberikan uang pembinaan. "Sehinga siswa tersebut bisa mengembangkan skil permainan enggrang yang dimilikinya," ujarnya.

Muhammad Kevin Firmansyah (12), salah satu permainan enggrang Kota Probolinggo, mengatakan, dirinya belajar egrang berawal dari sekolahnya. Dia mengaku senang dengan permainan ini.

"Untuk belajar ini memang harus penuh kesabaran dan kemauan keras, terutama mengatur keseimbangan tubuhnya. Kalau tidak seimbang maka secara otomatis pemain akan terjatuh," ungkapnya.

Dia juga mengaku, selain di sekolah dalam belajar egrang, Kevin juga memiliki enggrang yang dibuatkan oleh orang tuanya di rumah.

Baca Juga: Gadaikan Motor Ayah, Nakes di Probolinggo Pura-Pura Dibegal

"Saat sore hari saya kerap kali bermain egrang bersama dengan teman bermain," imbuhnya.

Tulisan dikirim oleh Mahfud Hidayatullah

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.