Sabtu, 25 Jul 2026 22:16 WIB

DPRD Kecewa Dinas Pendidikan Surabaya Kurangi Rombel

Jajaran Dinas Pendidikan saat memenuhi panggilan DPRD Surabaya (Foto: Judes for jatimnow.com)
Jajaran Dinas Pendidikan saat memenuhi panggilan DPRD Surabaya (Foto: Judes for jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi D DPRD Surabaya meluapkan kekecewaannya di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Yusuf Masruf. Hal itu mereka lakukan karena 4.628 lulusan SD di Surabaya pilih tak melanjutkan sekolah ke jenjang SMP karena menjadi korban sistem zonasi PPDB tahun ini.

"Saya menyatakan kecewa banget karena ternyata PPDB tahun ini di sekolah SMP negeri rata-rata mengurangi rombel. Jadi, yang dulu biasanya 10 kelas sekarang 9 atau 8 kelas. Padahal kelulusan SD ini tidak lebih kecil dari tahun kemarin," ucap anggota Komisi D DPRD Surabaya Hari Santoso, Selasa (1/8/2023).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Padahal anggota Fraksi NasDem itu berharap banyak pada pengelolaan PPDB tahun ini kepada Dinas Pendidikan. Menurut dia, kemelut PPDB dari tahun ke tahun adalah pengaturan sistem yang tidak mampu dilakukan Dinas Pendidikan.

Ia mencontohkan satu hal yang bisa dilakukan Dinas Pendidikan Surabaya untuk mengantisipasi banyaknya siswa yang tak bisa masuk SMP negeri, yaki dengan menambah rombongan belajar (Rombel).

"Sebetulnya kalau kita menginginkan proses PPDB ini berjalan dengan baik, justru rombel SMPN ini seharusnya ditambah," kata Hari.

Baca Juga: Kinerja Lurah dan Camat di Surabaya Menurut DPRD

Belum lagi, kata Hari, ketika siswa sudah tidak mendapatkan sekolah negeri. Lalu mendaftar ke sekolah swasta, maka dikenai biaya yang cukup tinggi.

"Apakah Wali Kota ini mau masyarakatnya atau warganya nanti tidak ada yang sekolah? Ini mohon diingat, bahwa Pak Wali ini juga betul-betul memikirkan hal ini," ujar Hari.

Menurut Hari, jika rombel SMP negeri ini dikurangi maka solusinya adalah swasta digratiskan. Terutama bagi siswa gamis dan pragamis yang tidak tertampung.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Sesuai data yang kita peroleh saat ini masih ada sekitar 4.628 siswa sampai hari ini belum mendaftar sekolah," tegas Hari.

"Dan saya sebagai wakil rakyat sangat prihatin dan sedih sekali ketika rombel SMPN dikurangi. Sedangkan swasta tetap banyak yang berbayar bagi siswa gamis dan pra gamis," imbuh dia.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.