Rabu, 10 Jun 2026 14:13 WIB

Membaca Tubuh dalam Perform dan Diskusi Teater Api Indonesia

Diskusi Teater Api Indonesia bertema Membaca Tubuh, di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Senin (1/8/2023) malam.
Diskusi Teater Api Indonesia bertema Membaca Tubuh, di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Senin (1/8/2023) malam.

jatimnow.com – Teater realis harus dibunuh. Statemen ini disampaikan Luhur Kayungga, sutradara Teater Api Indonesia sebagai penutup diskusi bertema Membaca Tubuh, di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Senin (1/8/2023) malam.

Dalam diskusi yang juga menghadirkan Halim HD sebagai pembicara ini, Luhur Kayungga menjelaskan, statemen itu tidak bermakna teater realis sebagai teater konvensional.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

“Makna membunuh teater realis ini artinya kita harus bisa mengelola dan mengendalikan realitas yang ada atau yang kita hadapi,” tutur Luhur Kayungga.

Mengelola realitas ini telah membuat Teater Api Indonesia ini masih tetap eksis dihidupkan oleh personelnya meskipun telah melewati masa 30 tahun dalam kekaryaan. Teater Api Indonesia telah memilih dan memandang teater tubuh sebagai ruang seluas - luasnya berkarya.  

“Dulu, para personel Teater Api memang berasal dari teater realis, teater konvensional. Namun kami sudah selesai dan sudah meninggalkan teater realis. Dan sekarang kami juga bekerja dan berumah tangga, namun di sela aktivitas bekerja dan berumah tangga, kami masih tetap melanjutkan aktivitas berkesenian di sini (Teater Api Indonesia),” papar Luhur Kayungga.

Inilah yang dimaksud dengan membunuh teater realis, tegas sutradara Teater Api Indonesia ini.   

Sementara Halim HD, budayawan sekaligus networker internasional memberikan apresiasi kepada komunitas teater yang kini berusia 30 tahun ini.

“Tetap jaga kesehatan, jaga tubuh kita, agar Teater Api tetap dapat memberi kontribusi pada kehidupan,” pesan Halim HD.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sebelumnya, dalam rangkaian perayaan 30 Tahun Perjalanan Teater Api Indonesia menghadirkan perform teater dari aktor sekaligus sutradara Bandung, Tony Broer, bersama tim.

Pada perform berjudul Berontak Tubuh, para aktivis teater ini menyajikan adegan-adegan yang cukup membuat penonton merasa takut sekaligus waswas.

Seperti adegan saat aktor merubuhkan diri ke tanah beralaskan seng, atau saat seseorang berdiri menghadap seng, dan aktor lainnya melempari seng dengan batu sebesar kepal tangan orang dewasa.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Sementara dua adegan yang dapat dikatakan menjadi ciri khas aktor kawakan ini adalah adegan berguling dan adegan meletakkan kepala sebagai tumpuan di bawah dan kedua kaki melayang di atas. Dua adegan itu pun dihadirkan pada perform yang halaman Balai Pemuda Surabaya dan Galeri DKS, Minggu (30/7/2023).  

Soal adegan teater yang cukup ekstrim ini, Broer menyampaikan, bahwa manusia haruslah berani mempertanyakan kembali konsep tubuhnya sendiri yang selama ini disematkan masyarakat.

“Dengan mempertanyakan kembali konsep tubuh ini untuk kemudian menuliskan kembali konsep tubuh yang baru, manusia akan kembali mengenali tubuhnya sendiri dengan konsep yang baru,” tutur pria yang juga dosen pengajar di Institut Seni Bandung Indonesia (ISBI).  

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.