Kamis, 11 Jun 2026 03:13 WIB

Ini Rupanya Makna Suroan dalam Budaya Jawa

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Kamis, 20 Jul 2023 07:10 WIB
Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair), Puji Karyanto. (Foto: Puji for jatimnow.com)
Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair), Puji Karyanto. (Foto: Puji for jatimnow.com)

jatimnow.com - Memperingati Malam Satu Suro atau yang biasa disebut Suroan merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan orang Jawa dengan kepercayaan menyucikan diri dan menghindarkan dari bahaya. Dalam tradisi Suroan, orang Jawa biasa melakukan jamasan atau menyucikan diri dan menyucikan jimat/keris.

Namun apa makna sebenarnya dari Suroan?

Baca Juga: Menteri Kebudayaan Apresiasi Pameran Keris Pusaka di Sumenep

Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair), Puji Karyanto menjelaskan, bahwa tradisi Suroan merupakan cara orang Jawa menghargai sakralitas waktu. Artinya, menjadikan waktu-waktu tertentu yang dianggap penting atau sakral sebagai suatu perayaan.

"Jadi orang Jawa sangat percaya pada tata alam sakral karena meyakini bahwa hidupnya sebagai mikrokosmos itu tak terlepas dari makrokosmos besar yang menjadi bagian dari dirinya," jelasnya.

Perayaan Satu Suro dalam tradisi Jawa banyak yang menggunakan hal mistis atau klenik seperti jamasan atau mencuci keris dan jimat. Namun terlepas dari itu semua, perayaan Suroan mempunyai makna yang begitu dalam.

"Sebenarnya kalau persoalan mistis atau klenik itu persoalan cara pandang. Jadi kan sama bahwa sebenarnya hampir di semua budaya tidak hanya di budaya Jawa itu kan ada waktu - waktu yang disakralkan, ada waktu - waktu genting yang dianggap itu memang merupakan waktu - waktu yang butuh perlakuan secara khusus," ungkap Puji.

Baca Juga: DPRD Bangkalan Resmi Tetapkan Penggunaan Pakaian Adat saat Dinas

Orang Jawa mengartikan Satu Suro sebagai kegentingan pergantian waktu. Tahun baru diartikan sebagai harapan baru dan memanjatkan doa-doa baru.

Di lain sisi, menyucikan keris atau jimat merupakan bentuk perawatan. Barang-barang kuno seperti keris membutuhkan perawatan khusus agar tahan dan tidak rusak.

Di akhir, dosen Unair tersebut menjelaskan bahwa salah satu ciri orang Jawa itu suka dengan nguri-uri atau melestarikan budaya Jawa.

Baca Juga: Warga Kota Malang Lestarikan Tradisi dan Budaya pada Kartini Riyoyo Kupatan

"Agar orang Jawa tidak kehilangan kejawaannya," pungkasnya.



Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.