Minggu, 26 Jul 2026 05:06 WIB

Ini Rupanya Makna Suroan dalam Budaya Jawa

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Kamis, 20 Jul 2023 07:10 WIB
Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair), Puji Karyanto. (Foto: Puji for jatimnow.com)
Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair), Puji Karyanto. (Foto: Puji for jatimnow.com)

jatimnow.com - Memperingati Malam Satu Suro atau yang biasa disebut Suroan merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan orang Jawa dengan kepercayaan menyucikan diri dan menghindarkan dari bahaya. Dalam tradisi Suroan, orang Jawa biasa melakukan jamasan atau menyucikan diri dan menyucikan jimat/keris.

Namun apa makna sebenarnya dari Suroan?

Baca Juga: Warga Kandangan Kediri Lestarikan Tradisi Mendhem Golekan di Bulan Suro

Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair), Puji Karyanto menjelaskan, bahwa tradisi Suroan merupakan cara orang Jawa menghargai sakralitas waktu. Artinya, menjadikan waktu-waktu tertentu yang dianggap penting atau sakral sebagai suatu perayaan.

"Jadi orang Jawa sangat percaya pada tata alam sakral karena meyakini bahwa hidupnya sebagai mikrokosmos itu tak terlepas dari makrokosmos besar yang menjadi bagian dari dirinya," jelasnya.

Perayaan Satu Suro dalam tradisi Jawa banyak yang menggunakan hal mistis atau klenik seperti jamasan atau mencuci keris dan jimat. Namun terlepas dari itu semua, perayaan Suroan mempunyai makna yang begitu dalam.

"Sebenarnya kalau persoalan mistis atau klenik itu persoalan cara pandang. Jadi kan sama bahwa sebenarnya hampir di semua budaya tidak hanya di budaya Jawa itu kan ada waktu - waktu yang disakralkan, ada waktu - waktu genting yang dianggap itu memang merupakan waktu - waktu yang butuh perlakuan secara khusus," ungkap Puji.

Baca Juga: Warga Probolinggo Gelar Ritual Memandikan Sapi di Bulan Suro

Orang Jawa mengartikan Satu Suro sebagai kegentingan pergantian waktu. Tahun baru diartikan sebagai harapan baru dan memanjatkan doa-doa baru.

Di lain sisi, menyucikan keris atau jimat merupakan bentuk perawatan. Barang-barang kuno seperti keris membutuhkan perawatan khusus agar tahan dan tidak rusak.

Di akhir, dosen Unair tersebut menjelaskan bahwa salah satu ciri orang Jawa itu suka dengan nguri-uri atau melestarikan budaya Jawa.

Baca Juga: Libur Tahun Baru Islam, Penumpang Kereta di Daop 8 Surabaya Tembus 188 Ribu

"Agar orang Jawa tidak kehilangan kejawaannya," pungkasnya.



Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.