Jumat, 12 Jun 2026 02:12 WIB

Jawab Kebutuhan Masyarakat, PISS Lengkapi Komoditi Pangan

Koordinasi Penyediaan Bahan Pangan Pasar Induk Surabaya Sidotopo (Foto: Rangga Sigit/jatimnow.com)
Koordinasi Penyediaan Bahan Pangan Pasar Induk Surabaya Sidotopo (Foto: Rangga Sigit/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) menyiapkan skema perluasan tambahan komoditi pangan. Langkah PISS sekaligus menjawab kebutuhan pasar Jawa Timur.

Keseriusan itu nampak dari Koordinasi Penyediaan Bahan Pangan Pasar Induk Surabaya Sidotopo, pada Rabu (7/6/2023).

Baca Juga: Tertinggi Sepanjang Sejarah, Stok Beras Nasional Capai 5,3 Juta Ton

Acara dihadiri puluhan produsen komoditi dari seluruh Jawa Timur, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Kepanganan Badan Pangan Nasional RI Jan Pieter Sinaga, Pimpinan Wilayah Bulog Jatim Ermin Tora, Dirut PT Paskomnas Indonesia Hartono Wignyo Pranoto, perwakilan BRI, hingga Asisten ll Pemkot Surabaya Irvan Widyanto.

Ditemui usai rapat koordinasi Direktur Stabilisasi Pasokan dan Kepanganan Badan Pangan Nasional RI Jan Pieter Sinaga, antusias atas persiapan yang dilakukan PISS. Ia optimis fasilitas PISS mampu memenuhi kebutuhan produsen dan masyarakat.

"Konsepsinya itu perlu ada pusat distribusi, disini artinya Pasar Induk Surabaya Sidotopo bisa kita kembangkan," ucap Pieter, kepada jatimnow.com.

Di momen ini, Pieter mengajak para produsen dari daerah diantaranya serikat produsen cabai, telur, daging beras, ayam dan lain sebagainya, untuk andil bagian.

"Sehingga kalau ini berkembang, ini akan menjadi barometer dari stok pangan. Artinya ketika pasokan banyak, pengendalian pasokan terjamin, maka stabilisasi harga di Surabaya ini bisa stabil," imbuh dia.

Pieter mengaku optimis, jika PISS memiliki visi dan misi yang sama dengan pemerintah. Selain menjadi pasar induk juga sebagai pusat barometer mengukur perputaran ekonomi dan ketersediaan pangan.

Baca Juga: Bulog Tulungagung Mulai Salurkan Jagung SPHP Untuk Peternak Ayam

Sementara Pimpinan Wilayah Bulog Jatim Ermin Tora mengungkapkan, adanya PISS di Kota Pahlawan ini sangat membantu Bulog. Pihaknya juga akan menjadi pengisi stok beras disana, tak terlepas dari komoditi lain seperti minyak dan gula.

"Juga bisa membantu Bulog apakah ketersediaan beras itu ada atau tidak," katanya.

Ermin juga mengatakan melalui PISS juga Bulog bisa sekaligus melalukan pemantauan tentang trend harga bahan pokok di pasaran. Karena secara teknis, pembelian bahan pokok akan terpusat di satu pasar induk.

"Sehingga dengan adanya pasokan seperti itu kita bisa menjamin bahwa jaringan distribusi yang ada itu bisa diisi dengan komoditi yang ada di bulog, sehingga harga beras juga bisa dijamin," jelas dia.

Di kesempatan yang sama, Dirut PT Paskomnas Indonesia Hartono Wignyo Pranoto menuturkan perluasan komoditi ini adalah upaya dari PISS menjawab kebutuhan pasar. Sehingga, pembeli yang ingin belanja sayur dan buah bisa terlengkapi kebutuhannya dari PISS.

Baca Juga: Pelajari Tata Kelola, Puluhan Siswa SMK di Tulungagung Kunjungi Gudang Bulog

"Ini bermula dari waktu itu Kepala Badan Pangan yang di Tangerang itu dia lihat komoditi sayur dan buah itu tiap hari 3000 ton lebih terjual disana, rame sekali, jadi ada 400 an pasar tradisional yang tiap hari udah belanja ke situ," kata Hartono.

"Terus dia bilang, wah ini kalau seumpama dalam sebuah pasar ada semacam ini tersedia bahan pokok penting ya sekalian masyarakat belanja, efisien," sambung dia.

Ditambah, mayoritas produsen pangan dari PISS merupakan produsen-produsen daerah di Jatim. Yang sekaligus bisa menjadi rute dobel bagi supir usai mengirim pasokan barang dari daerah.

"Jadi memanfaatkan fungsi lebih jauh dari pasar induk, bukan hanya sayur dan buah. Jadi kalau ada bahan pokok penting orang yang belanja kesini sekalian belanja, belum lagi pak wali Surabaya kan juga pesan yang ngirim barang ke pasar induk itu kan petani dari daerah produsen, lah petani produsen dari pada pulang kosong, lebih baik membawa barang penting tadi, jadinya kan efisien," jelas dia.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.