Minggu, 07 Jun 2026 19:16 WIB

Ritual Pujan Kasada Umat Hindu Tengger Bromo, Ini Maknanya

Perayaan Pujan Kasada di Desa Jetak. (Foto-foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnw.com)
Perayaan Pujan Kasada di Desa Jetak. (Foto-foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnw.com)

jatimnow.com - Umat Hindu Tengger di wilayah kawasan Gunung Bromo melaksanakan ritual Pujan Kasada. Ritual ini merupakan rangkaian dari upacara perayaan Yadya Kasada 2023 atau 1945 Saka. 

Pujan Kasada dilaksanakan usai larung sesaji ke kawah Gunung Bromo dengan melemparkan ongkek dari hasil pertanian pada Senin (5/6/2023) dini hari.

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

Ritual Pujan Kasada merupakan ritual pemujaan umat Hindu kepada Sang Hyang Widi sebagai penutupan rangkaian perayaan Yadya Kasada. Pelaksanaan ritual pujan kasada sendiri dipusatkan di rumah masing masing kepala desa.

"Pelaksanaan Pujan Kasada dilakukan setelah pelaksanaan larung sesaji ke kawah Gunung Bromo," kata Kepala Desa Jetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Ngantoro.

Ritual Pujaan Kasada dipimpin langsung oleh seorang dukun pandita dengan diikuti oleh warga dan sesepuh desa. Dalam pelaksanaan dukun pandita yang ditunjuk dengan membacakan sejumlah mantra serta dilengkapi sejumlah sesajen.

"Dengan tujuan agar warga desa diberikan keberkahan hidup , kesehatan dan dilancarkan rejeki," ujarnya.

Baca Juga: Mobil Terbakar di SPBU Semampir Probolinggo, Diduga Muat Banyak Jerikan

Ngantoro juga mengatakan digelarnya ritual ini warga desa sangat antusias. Bahkan kegiatan ritual Pujan Kasada ini sudah menjadi adat dan tradisi warga suku Tengger sejak nenek moyang.

"Kami secara rutin menggelar ritual Pujan Kasada setiap perayaan Yadya Kasada setiap tahunnya," tegasnya.

Baca Juga: Gadaikan Motor Ayah, Nakes di Probolinggo Pura-Pura Dibegal

Sementara itu, Ketua Parisade Hindu Dharma (PHDI) Kabupaten Probolinggo,Bambang Suprapto mengatakan semua rangkaian perayaan Yadya Kasada 2023 berjalan dengan lancar. Termasuk pelaksanaan Pujan Kasada sebagai ritual penutup Yadya Kasada di seluruh wilayah Tengger.

Dalam tahun ini perayaan Yadya Kasada, kata Bambang, berbeda dengan tahun 2022 kemarin, sebab tidak ada pengangkatan dukun pandita baru di wilayah Tengger.

"Karena saat ini jumlah dukun pandita di Tengger masih lengkap yakni berjumlah 57 orang yang tersebar di wilayah Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang," ungkapnya

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.