Jumat, 12 Jun 2026 16:49 WIB

Tukang Pijat Bayi di Jombang Naik Haji

Solati saat memijat bayi di rumahnya (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Solati saat memijat bayi di rumahnya (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Solati (95), tukang pijat bayi asal Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang dipastikan berangkat haji ke tanah suci tahun ini.

Kepastian itu datang usai namanya muncul dalam daftar calon jamaah haji (CJH) asal Jombang yang akan berangkat tahun ini.

Baca Juga: Suasana Haru Sambut 312 Jemaah Haji Probolinggo di Kantor Wali Kota

Sehari-hari, lansia yang berstatus janda ini hanya mengandalkan pendapatan dari memijat bayi, dan menjadi buruh tani.

Ditemui di kediamannya pada Jumat (18/5/2023), Solati terlihat sedang sibuk menyiapkan sejumlah barang bawaannya ke tanah suci.

"InsyaAllah turun temurun, jadi mbah saya dulu ya tukang pijat. Nah aktivitas sehari-hari ibu saya ini di petani, kemudian kalau ada orang yang mau pijat, ya dipijat mulai dari orang tua dan anak kecil. Kalau soal jasa pijatnya emak saya ya sukarela, ada yang ngasih mulai dari Rp20 ribu dan paling tinggi itu Rp100 ribu," ujar Tiami (54), anak ketiga Solati.

Tiami menceritakan, sejak usia sekitar 30-an, ibunya mulai menabung dari hasil pijat dan bertani. Setiap ada pelanggan atau ketika mendapatkan rezeki, ia sisihkan sebagian untuk disimpan dan sebagian dibuat bersedekah terhadap orang yang membutuhkan.

Solati, calon jamaah haji asal Jombang yang akan berangkat pergi haji ke tanah suci tahun iniSolati, calon jamaah haji asal Jombang yang akan berangkat pergi haji ke tanah suci tahun ini

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Tulungagung Wafat Saat Wukuf di Arafah karena Dehidrasi

"Awalnya dulu yang ditabung dengan disimpan di dompet gitu saja. Baru setelah puluhan tahun di simpan, saya mendampingi agar ditabung di bank saja. Baru nanti kalau sudah cukup, didaftarkan umrah dan haji gitu," ungkapnya.

Dari hasil puluhan tahun menabung, Solati akhirnya daftar haji usia lansia pada Tahun 2018. Dan di Tahun 2023 ini, nenek buta huruf tersebut dipanggil untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

"Sebenarnya ibu saya ini sudah dipanggil untuk haji pada Tahun 2021. Namun ditunda karena pandemi. Pas 2022 kemarin tertunda lagi karena aturan usia. Dan alhamdulilah tahun ini dipanggil untuk berangkat haji itu, sudah tes semua dan kondisinya alhamdulilah sehat," jelasnya.

Baca Juga: Wamenhaj Dahnil Anzar Sambangi Jemaah Tertua Indonesia Asal Kediri

Lantaran namanya muncul dalam CJH yang berangkat tahun ini, dia mengaku bersyukur. Tak hanya itu, Solati dijadwalkan berangkat pada kloter kedua 19 Juni 2023.

"Emak seneng banget, bersyukur dan sudah menyiapkan barang-barang bawaannya mulai sekarang. Saya sebagai anaknya, mendoakan agar kondisi emak tetap sehat, dari pemberangkatan hingga pada saat menunaikan ibadah haji di sana. Semoga menjadi haji yang mabrur," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.