Selasa, 28 Jul 2026 00:33 WIB

Mengapa Ada Truk Plat Merah di Proyek Box Culvert Benowo?

  • Penulis :
  • | Minggu, 19 Agu 2018 18:01 WIB
Truk-truk berplat merah mengangkuti tanah dari proyek box culvert di Benowo
Truk-truk berplat merah mengangkuti tanah dari proyek box culvert di Benowo

jatimnow.com - Proyek pembangunan box culvert atau gorong-gorong di kawasan Benowo, Surabaya diduga telah menyalahi aturan. Truk berplat merah atau milik Pemkot Surabaya ikut mengangkuti timbunan tanah proyek tersebut.

Sesuai aturan, dalam suatu proyek, pemerintah telah membayar jasa pembuangan tanah galian kepada pelaksana proyek. Secara otomatis jika truk berplat merah milik Pemkot Surabaya ikut membantu pengerjaan proyek tersebut, makan dianggap salah.

Berdasar informasi yang dihimpun jatimnow.com, setiap hari sekitar lima sampai enam truk milik Pemkot Surabaya dengan bak warna kuning antre mengambil tanah galian dari proyek tersebut.



Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vincencius Awey buka suara terhadap dugaan 'malpraktik' tersebut. Ia menegaskan, sebuah kesalahan jika truk milik pemkot tersebut mengangkut tanah bekas galian proyek.

"Terkait soal adanya trukDdinas PU (pekerjaan umum) yang mengangkut tanah hasil galian kontraktor, kalau itu benar maka tentu hal seperti ini tidak diperbolehkan. Itu sudah merupakan bagian dari pekerjaan kontraktor tentunya," ujar Awey saat dikonfirmasi, Minggu (19/8/2018).

Awey menambahkan, jika terbukti melanggar, kontraktor bisa di black list dan pengerjaan diberhentikan.

Baca Juga: Sengketa Tata Ruang Graha Famili Surabaya, Sorotan Mengarah ke The Nook Cafe

WhatsApp_Image_2018-08-19_at_17.44.57(4)WhatsApp_Image_2018-08-19_at_17.44.57(4)

"Jika ada unsur kesengajaan di lapangan, maka semua pihak yang lalai akan dimintai pertanggungjawaban, dan kalau terbukti melanggar maka kontraktor dan konsultan pengawas dapat diblack list sementara petugas di lapangan dapat diberhentikan," tegasnya.

Saat dikonfirmasi apakah masalah ini akan dibahas di DPRD Surabaya, Awey mengatakan akan mencari informasi.

"Tadi sudah hubungi Pak Edi, Kasi Pembangunan. Beliau masih telusuri di lapangan. Jika tak ada jawaban, akan saya usulkan pembahasan ke komisi," tegasnya.

Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser mengaku masih melakukan penulusuran atas proyek itu.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa SMA/SMK/MA Sederajat

"Khusus proyek itu, saya akan cari tahu," kata dia saat dikonfirmasi.

Namun, kata  dia, Pemkot memanfaatkan tanah bekas galian untuk mengurug aset yang lain.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Fasilitasi 2.700 Stan Kosong untuk Pedagang Pasar Tumpah

"Tanah galian dimanfaatkan untuk meninggikan taman, mengurug aset lain," jawab  Fikser.


Reporter: Arif Ardiyanto
Editor: Budi Sugiharto

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.