Selasa, 28 Jul 2026 19:09 WIB

Dirjen Dikti Akui PTMA Layak Menjadi Best Practice Nasional hingga Internasional

Plt. Dirjen Dikti Ristek Prof. Ir. Nizam, saat menjadi keynote speech pada rakernas Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. (Datul for Jatimnow.com)
Plt. Dirjen Dikti Ristek Prof. Ir. Nizam, saat menjadi keynote speech pada rakernas Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. (Datul for Jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Kegiatan tersebut digelar di JW Marriot Hotel Surabaya. Rabu (3/5/2023).

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dirjen Dikti Ristek) Republik Indonesia Prof. Ir. Nizam, M.Sc., turut menjadi keynote speech dengan tema “Kampus Merdeka untuk Penyiapan SDM Unggul dan Inovasi".

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Nizam menyebut bahwa SDM unggul dan inovasi menjadi kunci dalam kehidupan untuk memasuki dunia profesi, untuk menciptakan SDM yang siap dengan pribadi yang baik secara gizi dan tidak terjadi stunting. Bahkan jenjang sia 0-3 tahun investasi terbaik untuk pendidikan.

Terlebih Indonesia memiliki perguruan tinggi sesuai dengan data statistik yang dibuat oleh PDDikti tahun 2023, jumlah perguruan tinggi adalah 4.523 dan memiliki 31.399 program studi dengan lulusan per tahun >1.800 lulusan.

Kesenjangan pendidikan antara pulau Jawa dengan trans Jawa, dengan presentase APK didominasi oleh pulau jawa dengan fasilitas yang mencukupi. Statistik perguruan tinggi di Indonesia: Perguruan tinggi 4.52, program studi 31.399, dosen 326.554, mahasiswa 9.320.410 1.842.588, lulusan/th 1.842.588.

“Kondisi pendidikaan kita penuh dengan ketidakpastian, penuh dengan dinamika, penuh dengan keambiguan sehingga penting melakukan evaluasi pendidikan, kurikulum, mata kuliah, untuk memperbaiki pendidikan yang akan datang,” jelas dia di hadapan ratusan peserta.

Menurutnya, lapangan pekerjaan masa akan datang mengalami ancaman, dampak dari revolusi industri 4.0. Kedepan tenaga manusia akan semakin tersingkirkan oleh robot hingga tahun 2030.

Sehingga hal ini yang menjadi tantangan bagi para lulusan dengan menyiapkan skill dan kompetensi baru yang diinginkan oleh perusahaan pencari pekerja.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

“Tugas perguruan tinggi sekarang dalam menghadapi tantangan itu adalah dengan menyiapkan lulusan dalam dunia kerja, berdasarkan presentase pada profesi yang diminati lulusan perguruan tinggi mengalami dinamika. Tentu ini juga menjadi tugas Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTMA) di Indonesia,” imbuhnya.

Masalah tersebut harus dapat diatasi oleh PTMA sebagai wadah dalam memberikan pendidikan dan ilmu. Sehingga diperlukan inovasi dan kreatifitas.

"Sehingga nantinya diharapkan bisa menumbuhkan ide-ide tiap peserta didik. Jadi jika nanti setelah lulus ada kesesuain antara jurusan semasa kuliah dengan pekerjaannya,” bebernya.

Ia menekankan, banyaknya jalan menuju SDM unggul harus menjadi perhatian penting karena tantangan ke depan tidak hanya masalah nilai cumlaude, tapi kreatifitas dan inovasi sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan cita-cita mahasiswa ketika lulus.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Selain itu, Nizam menambahkan bahwa dalam mewujudkan SDM yang unggul, perguruan tinggi memerlukan kepemimpinan yang baik.

“Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTMA) di Indonesia memiliki leadership yang baik, bahkan menjadi best practice baik di nasional bahkan internasional,” katanya.

“Dalam hal organisasi dan tata kelola yang sehat merupakan ciri khas dari PTMA. Sehingga di lingkungan PTMA terjalin kerjasama yang bagus, tidak saling sikut-sikutan antar perguruan tinggi. Fokus pada pengembangan dan kerjasama," imbuhnya.

 
Editor : Aris Setyoadji
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.