Selasa, 28 Jul 2026 03:20 WIB

PWM Jatim Minta Muhammadiyah tidak Main Hakim Sendiri

Ketua PWM Jatim, Sukadiono. (foto: PWM Jatim for jatimnow.com)
Ketua PWM Jatim, Sukadiono. (foto: PWM Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Peneliti Astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin telah menjadi perbincangan. Munculnya sosok ini disebabkan komentarnya di media sosial yang mengancam warga Muhammadiyah.

Dia yang menyatakan akan membunuh warga Muhammadiyah dan dia siap menerima konsekuensinya. Sontak hal tersebut memantik respons banyak pihak, terutama warga Muhammadiyah.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Tak tinggal diam, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang, Abdul Wahid melaporkan tindakan tersebut ke ranah hukum. Andi Pangerang yang menulis alamat tinggalnya di Jombang pada Senin, 24 April 2023 malam telah dilaporkan ke Polres Jombang.

"Kami dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang beserta sekretaris, Pimda Tapak Suci, para kader Kokam telah melaporkan tindakan APH (Andi Pangerang) terhadap warga Muhammadiyah yang jelas mengandung ujaran kebencian dan ancaman pembunuhan. Besok kami akan melengkapi berkas. Semoga lancar dan proses hukum berjalan secara adil dan jujur," ujar Abdul Wahid.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

Merespons hal tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Sukadiono menyambut baik pelaporan tersebut. Menurutnya, laporan ujaran kebencian dan ancaman oleh oknum BRIN ke kepolisian atau proses hukum merupakan tindakan beradab.

"Warga Muhammadiyah harus menghindari tindakan persekusi atau berbagai upaya anarkis lainnya yang menyasar kepada terduga pelaku, keluarga terduga pelaku, bahkan peneliti BRIN lainnya yang tidak terlibat. Tidak main hakim sendiri adalah watak Muhammadiyah. Biarkan proses hukum berjalan dan harus terus dikawal," ujar Sukadiono dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (26/04/2023).

Baca Juga: Kunjungi Umsura, Kepala BRIN Dorong Riset Jadi Produk

Suko, sapaan akrabnya, juga menambahkan bahwa hikmah dari kegaduhan ini adalah pentingnya mempunyai kemampuan merefleksikan diri agar berpikir panjang sebelum bertindak.

"Kita semua hidup di era kecepatan teknologi. Semua orang melalui sosial media akan mudah sekali mengekspresikan apa yang dirasakan. Kasus oknum BRIN ini menegaskan bahwa kecepatan yang menjadi ruh era teknologi bisa menciptakan kekacauan dan kerusakan harmoni dalam masyarakat," pungkas dia.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.