Senin, 08 Jun 2026 00:19 WIB

Melon Hidroponik Lamongan Incar Pasar Ekspor

Panen perdana melon hidroponik yang dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan owner. (foto : Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Panen perdana melon hidroponik yang dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan owner. (foto : Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani Lamongan mulai melirik sistem pertanian modern dan mutakhir. Salah satunya adalah Toni Hartono, petani asal Kecamatan Ngimbang yang sukses mengadopsi sistem hidroponik pada tanaman melon premium.

Di lahan seluas 1 hektar, Toni yang mendirikan sebuah usaha tani bernama Harmono Farm Mandiri ini telah melakukan panen perdana pada Minggu (2/4/2023). Panen tersebut diprediksi mencapai 2 sampai 2.5 ton melon.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Menejer Hartono Farm Mandiri, Anton mengungkapkan jika budi daya melon telah berkembang pesat.

Ia menceritakan selama ini telah membuka dua lahan yang masing-masing seluas 5.000 meter persegi di Desa Ganggantingan dan Desa Mendugo, Ngimbang.

Di lokasi pertama saja, beber Anton, berdiri sembilan greenhouse dengan ukuran 400 meter persegi per unitnya. Dari tiap unit greenhouse memiliki kapasitas tanam 1.480 batang.

"Masa tanam 75 sampai 80 hari tergantung jenis melon. Asumsi kami, sekali masa tanam hasil yang didapatkan mencapai 2 sampai 2,5 ton dengan kualitas dan kuantitas yang stabil," terang Anton, Minggu (2/4/2023).

Baca Juga: Skor Indikator Sosial Masyarakat Tinggi, Bukti Lamongan Hidupkan Pancasila

Karena terkontrol dan jauh dari hama penyakit serta tak terdampak pada cuaca, melon yang dihasilkan diyakini berkualitas. Lebih jauh, Anton berharap kebun ini menjadi pionir, percontohan, dan ikon baru di Lamongan.

"Kami berharap mendapat dukungan dari Pemkab Lamongan, agar tidak hanya (berkontribusi) di pasar domestik saja. Syukur-syukur nanti mendapat bantuan bisa tahu formulasi meramaikan pasar ekspor, insyaallah," harapnya.

Adapun jenis melon premium yang ditanam yakni melon dengan jenis talent dan inthanon. Dua jenis ini harga jualnya bisa mencapai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat menghadiri panen perdana berharap inovasi ini dapat dijadikan sebagai pusat edukasi pertanian non-konvensional menggunakan media tanam air.

"Kita berharap ke depannya bisa menjadi pusat edukasi, tempat agrowisata sebagaimana yang sudah dilakukan petani di tempat lain, pembeli memanen, memetik, dan menimbang sendiri buah yang dibeli," terangnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.