Selasa, 28 Jul 2026 05:36 WIB

Melon Hidroponik Lamongan Incar Pasar Ekspor

Panen perdana melon hidroponik yang dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan owner. (foto : Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Panen perdana melon hidroponik yang dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan owner. (foto : Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani Lamongan mulai melirik sistem pertanian modern dan mutakhir. Salah satunya adalah Toni Hartono, petani asal Kecamatan Ngimbang yang sukses mengadopsi sistem hidroponik pada tanaman melon premium.

Di lahan seluas 1 hektar, Toni yang mendirikan sebuah usaha tani bernama Harmono Farm Mandiri ini telah melakukan panen perdana pada Minggu (2/4/2023). Panen tersebut diprediksi mencapai 2 sampai 2.5 ton melon.

Baca Juga: Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

Menejer Hartono Farm Mandiri, Anton mengungkapkan jika budi daya melon telah berkembang pesat.

Ia menceritakan selama ini telah membuka dua lahan yang masing-masing seluas 5.000 meter persegi di Desa Ganggantingan dan Desa Mendugo, Ngimbang.

Di lokasi pertama saja, beber Anton, berdiri sembilan greenhouse dengan ukuran 400 meter persegi per unitnya. Dari tiap unit greenhouse memiliki kapasitas tanam 1.480 batang.

"Masa tanam 75 sampai 80 hari tergantung jenis melon. Asumsi kami, sekali masa tanam hasil yang didapatkan mencapai 2 sampai 2,5 ton dengan kualitas dan kuantitas yang stabil," terang Anton, Minggu (2/4/2023).

Baca Juga: Diduga Karena Korsleting Listrik, Kantor LSM di Lamongan Terbakar

Karena terkontrol dan jauh dari hama penyakit serta tak terdampak pada cuaca, melon yang dihasilkan diyakini berkualitas. Lebih jauh, Anton berharap kebun ini menjadi pionir, percontohan, dan ikon baru di Lamongan.

"Kami berharap mendapat dukungan dari Pemkab Lamongan, agar tidak hanya (berkontribusi) di pasar domestik saja. Syukur-syukur nanti mendapat bantuan bisa tahu formulasi meramaikan pasar ekspor, insyaallah," harapnya.

Adapun jenis melon premium yang ditanam yakni melon dengan jenis talent dan inthanon. Dua jenis ini harga jualnya bisa mencapai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Baca Juga: Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat menghadiri panen perdana berharap inovasi ini dapat dijadikan sebagai pusat edukasi pertanian non-konvensional menggunakan media tanam air.

"Kita berharap ke depannya bisa menjadi pusat edukasi, tempat agrowisata sebagaimana yang sudah dilakukan petani di tempat lain, pembeli memanen, memetik, dan menimbang sendiri buah yang dibeli," terangnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.