Selasa, 28 Jul 2026 05:45 WIB

Mengerikan Isi SMS Teror Keluarga Juragan Sapi

  • Penulis : CF Glorian
  • | Minggu, 11 Mar 2018 12:56 WIB
Yulianti menunjukan sms teror yang diterimanya.
Yulianti menunjukan sms teror yang diterimanya.

jatimnow.com - Yulianti, anak dari keluarga juragan sapi ternak yang nyaris terbunuh karena air tandon bercampur pestisida. diketahui menerima pesan singkat (sms) teror dari mantan anak buah ayahnya. Sms tersebut cukup mengerikan.

"Dia mengirimkan pesan sms pada Kamis (8/3/2018) lalu," ujar Yulianti kepada jatimnow.com di kediamannya di Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Minggu (11/3/2018).

Baca Juga: Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Kepada jatimnow.com, Yulianti, menunjukkan pesan sms yang dikirimkan S. Isi sms tersebut mengerikan, penuh dengan kata-kata kotor, cacian serta ancaman pembunuhan. Meski Yulianti menanggapi sms tersebut dengan kepala dingin, namun pengirim seperti kalap dan terus mengirimkan sms jorok.

Awalnya S mengirim sms yang berkesan perhatian, seperti mengingatkan untuk makan dan mandi. Yulianti yang bosan dengan perkataannya kemudian tak pernah membalas pesan singkatnya, hingga kemudian S mengancamnya.

"Dia pernah masuk penjara mas. Saya sering nasehatin dia mas, lewat SMS supaya dia sholat, dia taubat. Tapi dia gitu terus. Saya akhirnya nggak ngrespon. Usia dia sama saya juga terpaut jauh mas. Saya sudah menikah anak saya satu, suami saya asli Ponorogo kerja di Luar Negeri," tutur Yulianti.

Baca Juga: 4 Fakta Penemuan Bom Udara di Blitar: Berbobot 100 Kg, Dipastikan Masih Aktif

S pernah bekerja membantu mencari rumput untuk 8 ekor sapi milik ayah Yulianti. Pria (25) tahun itu, bekerja di keluarga juragan sapi ternak sekitar sebulan.

"Dia itu kira-kira bekerja sama bapak sekitar sebulanan. Bapak juga pernah bilang kalau misalnya diluar ada kerjaan lain, nggak apa-apa diambil. Tapi terus anak itu keluar," kata Yulianti.

Sebelumnya, air yang ada di tandon air ukuran 250 liter milik keluarga juragan sapi yang ditempati Yulianti (mantan TKW Korea Selatan) bersama orang tuanya, Sunarto dan Sumiati, dicampuri dengan pestisida.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Air bercampur pestisida itu diketahui pertama kali oleh Sumiati, saat mengambil air wudhu sebelum salat subuh, pada Jumat (9/3/2018).

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.