Senin, 08 Jun 2026 14:50 WIB

Mengerikan Isi SMS Teror Keluarga Juragan Sapi

  • Penulis : CF Glorian
  • | Minggu, 11 Mar 2018 12:56 WIB
Yulianti menunjukan sms teror yang diterimanya.
Yulianti menunjukan sms teror yang diterimanya.

jatimnow.com - Yulianti, anak dari keluarga juragan sapi ternak yang nyaris terbunuh karena air tandon bercampur pestisida. diketahui menerima pesan singkat (sms) teror dari mantan anak buah ayahnya. Sms tersebut cukup mengerikan.

"Dia mengirimkan pesan sms pada Kamis (8/3/2018) lalu," ujar Yulianti kepada jatimnow.com di kediamannya di Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Minggu (11/3/2018).

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

Kepada jatimnow.com, Yulianti, menunjukkan pesan sms yang dikirimkan S. Isi sms tersebut mengerikan, penuh dengan kata-kata kotor, cacian serta ancaman pembunuhan. Meski Yulianti menanggapi sms tersebut dengan kepala dingin, namun pengirim seperti kalap dan terus mengirimkan sms jorok.

Awalnya S mengirim sms yang berkesan perhatian, seperti mengingatkan untuk makan dan mandi. Yulianti yang bosan dengan perkataannya kemudian tak pernah membalas pesan singkatnya, hingga kemudian S mengancamnya.

"Dia pernah masuk penjara mas. Saya sering nasehatin dia mas, lewat SMS supaya dia sholat, dia taubat. Tapi dia gitu terus. Saya akhirnya nggak ngrespon. Usia dia sama saya juga terpaut jauh mas. Saya sudah menikah anak saya satu, suami saya asli Ponorogo kerja di Luar Negeri," tutur Yulianti.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

S pernah bekerja membantu mencari rumput untuk 8 ekor sapi milik ayah Yulianti. Pria (25) tahun itu, bekerja di keluarga juragan sapi ternak sekitar sebulan.

"Dia itu kira-kira bekerja sama bapak sekitar sebulanan. Bapak juga pernah bilang kalau misalnya diluar ada kerjaan lain, nggak apa-apa diambil. Tapi terus anak itu keluar," kata Yulianti.

Sebelumnya, air yang ada di tandon air ukuran 250 liter milik keluarga juragan sapi yang ditempati Yulianti (mantan TKW Korea Selatan) bersama orang tuanya, Sunarto dan Sumiati, dicampuri dengan pestisida.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Air bercampur pestisida itu diketahui pertama kali oleh Sumiati, saat mengambil air wudhu sebelum salat subuh, pada Jumat (9/3/2018).

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.