Minggu, 07 Jun 2026 11:27 WIB

BEM Unisla Bedah Kurikulum MBKM: Tak Optimal dan Manipulatif

BEM Unisla seusai menggelar lokakarya pendidikan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
BEM Unisla seusai menggelar lokakarya pendidikan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar lokakarya pendidikan. Salah satunya membedah kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Ketua Pelaksana, Muhammad Nailul Rizki mengungkapkan kegiatan yang diikuti ratusan peserta mahasiswa tersebut menyoroti soal kurikulum merdeka belajar yang dinilai belum optimal.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Kegiatan lokakarya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kita pada implementasi MBKM yang masih belum tuntas," jelas Rizki, Rabu (22/3/2023).

Senada, Ketua BEM Unisla, Chelvin Akbar Putra Mandala mengatakan, kegiatan ini dilakukan selain untuk sosialisasi MBKM, juga untuk mempersiapkan bakal calon mahasiswa yang akan melaksanakan kurikulum MBKM.

"Kami juga merasa kurikulum tersebut masih belum tuntas untuk disajikan dan itu yang menyebabkan kami mengambil tema tersebut," jelasnya.

Chelvin menilai MBKM hanya digunakan sebagai formalitas penyerapan dana APBN, selain itu tidak ada kebebasan karena hanya terdapat beberapa sekmen saja, juga kurangnya keterlibatan stakeholder akademik dalam penyusunan. Serta, adanya MBKM baik mahasiswa maupun dosen lebih disibukkan dengan konversi SKS dan Akreditasi.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Yang terakhir, tidak adanya pembelajaran leadership sehingga lulus cepat tetapi kami disiapkan sebagai pekerja bukan sebagai pemimpin padahal di tahun 2045 adalah masa keemas an bagi Indonesia sebagai penerus bangsa," pungkasnya.

Rektor Unisla, Bambang Eko Muljino menyampaikan, sosialisasi kurikulum MBKM ke berbagai kampus masih belum tuntas, terutama kampus swasta. Selain itu, lanjut Bambang ada juga program-program yang dilaksanakan oleh kementerian, seperti kampus mengajar dan sebagainya yang malah menghambat.

"Kami sulit dalam melaksanakan program-program MBKM secara mandiri karena susah sekali dalam mendapatkan mitra dan juga belum jelasnya aturan untuk konversi sehingga kadang ada rasa kurang sreg baik dari program studi maupun dosen karena merasa khawatir pada mahasiswa akan belum tercapinya CPMK pada mata kuliah yang dikonversikan," jelasnya.

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

Turut hadir, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif, juga pemateri dari pemerintahan lain yakni Chusnul Yuli Setyo dan beberapa elemen akademisi Ayu Dian Ninggias dan Ghofar Rohman.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.