Kamis, 23 Jul 2026 17:09 WIB

Universitas Terbuka Surabaya Kukuhkan 1835 Wisudawan dari Beberapa Program Studi

Prosesi wisuda Universitas Terbuka Surabaya (Foto: Humas UT for jatimnow.com)
Prosesi wisuda Universitas Terbuka Surabaya (Foto: Humas UT for jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Terbuka (UT) Surabaya mewisuda 1835 mahasiswa yang tergabung dalam Unit Program Belajar Jarak Jauh–Universitas Terbuka (UPBJJ-UT), di Gedung Airlangga Convention Center, Minggu (19/3/2023).

Para wisudawan yang dikukuhkan itu dari beberapa program seperti S1 Fakultas Ekonomi 598 wisudawan, 214 Prodi S1 FHISIP, 1012 Program S1 FKIP, dan 11 orang dari Program S1 FST. Mereka berasal dari 18 kota/kabupaten wilayah kerja UT Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum yang mewakili Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini UT tidak saja dikenal sebagai leader dalam sistem pendidikan jarak jauh. Namun UT telah menjadi benchmark untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang akan menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Apalagi saat ini telah berada di Era Baru Pasca-Pandemi Covid 19, memaksa semua perguruan tinggi menerapkan pembelajaran jarak jauh. Ini membuktikan, bahwa UT telah menjadi institusi pendidikan yang berkualitas dan memainkan peran besar dalam melahirkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

"Salain itu proses wisuda kali ini sangat istimewa karena dua hal yaitu, pertama UT sejak akhir Tahun 2022 resmi menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum. Kedua, UT sejak awal pendiriannya memang didesain untuk menjangkau yang tidak terjangkau dengan cara kolaborasi dan sinergitas dengan mitra di 18 kota/kabupaten (wilayah kerja UT Surabaya)," bebernya.

Dia juga berpesan kepada para wisudawan ketika terjun kemasyarakat hendaknya selalu bergotong-royong sesuai tema yang diangkat pada prosesi wisuda kali yaitu "Bergerak Serentak Maju Bersama Membangun Bangsa di Era Baru.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Tema tersebut menunjukkan bahwa kunci utama dalam membangun bangsa ini dengan cara gotong royong. Oleh karena itu, UT ingin mengajak semua elemen agar UT menjadi perguruan tinggi yang lebih responsif terhadap perubahan, lebih lincah (agile), menghasilkan lulusan yang berkualitas dan pada akhirnya memiliki daya saing," ungkapnya.

Sementara Direktur UT Surabaya, Dr. Suparti meminta agar para lulusan kampusnya harus memiliki daya adaptasi dan daya saing di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Kami berharap saudara memiliki daya adaptasi yang kuat, menjadi generasi unggul dan inovatif yang mampu bersaing dengan tuntutan paradigma mutakhir dengan terus meningkatkan kompetensi kinerja saudara di tempat masing-masing. Terus berkontribusilah terhadap institusi dan almamater serta masyarakat Indonesia kita tercinta," ungkapnya.

Dr. Suparti juga menyampaikan terima kasih kepada semua mitra instansi pemerintahan dan badan usaha yang telah mendukung layanan operasional sehingga saat ini pihaknya mampu melayani 24.158 mahasiswa aktif dan 2.000.485 orang alumni yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

"Saat ini UT telah menyediakan dua program doktor, dan 7 program magister, 33 program sarjana serta 2 program diploma yang semuanya telah terakreditasi secara nasional oleh Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan juga secara internasional," paparnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.