Sabtu, 25 Jul 2026 11:34 WIB

Jaga Kualitas Udara, PWI Gresik Tanam Ratusan Pohon Tabebuya

Suasana penanaman pohon Tabebuya (Foto: PWI Gresik for jatimnow.com)
Suasana penanaman pohon Tabebuya (Foto: PWI Gresik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebagai salah satu rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-77, PWI Gresik menanam 250 pohon Tabebuya di Desa Pandangan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.

Ketua PWI Gresik, Asadi Ikhsan mengatakan kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, (1/3/2023) itu bertujuan untuk menjaga kualitas udara di Kota Gresik yang dikenal sebagai Kota Industri.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

“Berdasarkan penelitian yang saya baca, 1 pohon mampu mengolah karbondioksida menjadi 1,2 kilo oksigen. Padahal kebutuhan manusia 0,5 kilo oksigen perharinya. Artinya 1 pohon bisa menghidupi 2 orang setiap hari. Jika ini menjadi gerakan massif tentu dampaknya akan sangat luar biasa,” kata Asadi Ikhsan.

Rencananya, lanjut Ashadi 250 pohon Tabebuya itu akan ditanam di sejumlah spot-spot di Kecamatan Duduk. Salah satunya, di jalan yang terkena dampak pelebaran jalan. Banyak pohon ditebang untuk proyek tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ashadi juga berterima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu berkontribusi dalam kegiatan yang mengusung tema “Menanam Pohoh Menjaga Kehidupan” itu. Khususnya kepada PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Petrokimia Gresik dan PT Indospring Tbk.

“Tak lupa kami berterima kasih kepada Pemkab Gresik, Asosiasi Kepala Desa (AKD) Duduksampeyan dan seluruh jajaran yang ikut membantu mensukseskan kegiatan ini,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik, M Abdul Qodir mengapresiasi kegiatan ini. Dia berharap kegiatan ini bermanfaat bagi masyrakat. Menurutnya, Gresik merupakan kawasan industri, sehingga pengelolaan lingkungan perlu dilakukan. Nah, salah salah satunya kegiatan penghijauan ini.

“Gerakan menamam pohon ini bisa memperbaiki mutu udara kita. Selain itu, peningkatan mutu air dan pengelolaan sampah juga terus kita maksimalkan,” imbuhanya.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

Senada Abdul Qodir, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kegiatan yang digagas PWI. Menurutnya menanam pohon ini sejalan dengan visi dan misi nawakarsa Pemkab Gresik lestari.

“Semoga PWI dan Pemkab Gresik, khususnya DLH bisa terus berkolaborasi agar ini menjadi gerakan massal,” katanya.

Gus Yani juga mengatakan gerakan menamam pohon dan menjaga lingkungan terus digalakkan Pemkab Gresik. Pihaknya berkomitmen untuk meraih penghargaan Adipura tahun depan.

“Selain penghijauan, pengelolaan sampah menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk meraih penghargaan tersebut,” tandasnya.

Baca Juga: Tercebur Sumur 15 Meter, Kakek 98 Tahun di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas

Terkait pengelolaan sampah, kata Gus Yani saat ini masih merampungkan TPA Belahan Rejo, Kedamean. “Insya allah sebelum akhir tahun sudah rampung,” tegasnya.

Orang nomor 1 di Gresik itu juga menyatakan rela mengeluarkan kantong pribadi untuk membeli ratusan bibit pohon. Pohon itu rencananya akan di tanam di median jalan di kawasan Desa Palebon yang seringkali dijadikan parkir truk.

“Saya berpesan, menamamlah apapun itu walaupun besok kiamat. Nanti hasil menam akan kita petik hasilnya. Sekali lagi, semoga kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.