Selasa, 28 Jul 2026 06:24 WIB

Eyelink Foundation: Satu Keluarga di Bawean Alami Katarak

Operasi katarak. (Foto: Eyelink Foundation/jatimnow.com)
Operasi katarak. (Foto: Eyelink Foundation/jatimnow.com)

jatimnow.com - Minimnya akses kesehatan dan tidak tersedianya dokter mata di Bawean menjadikan masyarakat Bawean kurang peduli dengan kesehatan mata.

Berdasarkan hasil pemeriksaan atau skrining awal yang telah dilakukan Eyelink Foundation pada 24-26 November 2022 ditemukan 296 orang menderita katarak, 90 orang menderita pterigium dan 135 penderita kelainan fefraksi. Bahkan, terdapat satu keluarga yang mengalami katarak. Ratusan orang ini mendapatkan operasi sejak 6-11 Februari, kemarin.

Baca Juga: Kodim 0824 Jember Fasilitasi Ratusan Warga Ikuti Operasi Katarak Gratis

Menurut penuturan tim dokter mata Eyelink Foundation, dr. Fitri Romadhiana mengatakan, dari satu keluarga penderita katarak itu ditemukan dua anak-anak juga menderita katarak, karena faktor keturunan.

"Umurnya masih 13 tahun sehingga dia menjadi pasien termuda pada baksos kali ini. Untuk adiknya yang berumur lima tahun tidak bisa kami tangani karena memerlukan prosedur bius total yang hanya bisa dilakukan di rumah sakit," ujar dr Fitri, Selasa (14/2/2023).

Diketahui, salah satu penyebab katarak adalah faktor genetik keluarga. Sehingga untuk memutus rantai ini diperlukan upaya pengobatan dan deteksi dini. Sayangnya lokasi Bawean yang sulit dijangkau menyebabkan akses kesehatan setempat minim.

"Sebenarnya istri juga mengalami gangguan penglihatan katarak namun takut untuk operasi, Alhamdulillah akhirnya mau dioperasi setelah kami melakukan operasi katarak ini,” ungkap Bakar (43) orang tua dari anak penderita katarak tersebut.

Baca Juga: Eyelink Foundation & BSI Maslahat Gelar Operasi Katarak di Sidoarjo

Sementara Founder Eyelink Foundation dr Uyik Unari, Sp.M(K) menceritakan pascaoperasi tajam, pengelihatan atau visus dari warga Bawean sangat bagus.

Mereka yang sebelumnya tidak bisa melihat sekarang bisa beraktivitas sendiri tanpa bantuan dari orang lain.

"Masyarakat Bawean menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap hadirnya program ini bahkan puas dengan pelayanan dari tim Eyelink Foundation," ujar dr Uyik.

Baca Juga: Kodam V Brawijaya dan Yayasan Buddha Tzu Chi Bersinergi Tangani Katarak

Di tempat sama, Sekretaris Kecamatan Tambak, Bawean, Sipadi menyampaikan terima kasih yang atas hadirnya program baksos kesehatan mata di wilayahnya.

Ia berharap, program ini dapat dirasakan seluruh warga Tambak, khususnya yang menderita gangguan penglihatan. Apresiasi ini juga didukung oleh Kepala Puskesmas Sangkapura, dr. Diki Syaiful Umami.

"Semoga program ini dapat terus berlanjut mengingat sulitnya akses masyarakat Bawean untuk dapat berobat ke daratan Gresik,” katanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.