Minggu, 26 Jul 2026 20:33 WIB

Warga Bojonegoro Tutup Paksa Aktivitas Pertambangan

warga Sumuragung, Boureno, Bojonegoro saat menggembok paksa portal akses jalan utama menuju lokasi tambang yang dikelola PT Wira Bhumi Sejati (foto-foto: Misbahul Munir/Jatimnow.com)
warga Sumuragung, Boureno, Bojonegoro saat menggembok paksa portal akses jalan utama menuju lokasi tambang yang dikelola PT Wira Bhumi Sejati (foto-foto: Misbahul Munir/Jatimnow.com)

jatimnow.com - Aktivitas pertambangan batu gamping PT Wira Bhumi Sejati yang berada di kawasan perbukitan kapur atau gunung pegat di Desa Sumuragung Kecamatan Boureno, Kabupaten Bojonegoro, ditutup paksa warga setempat.

Penutupan tersebut dilakukan lantaran warga merasa dirugikan akibat aktivitas pertambangan yang dinilai merusak lingkungan, baik di area tambang maupun sekitar tambang. Akibatnya air di sumur warga menjadi keruh dan tidak layak konsumsi.

Baca Juga: Kecewa Suami Selingkuh, TKW Asal Bojonegoro Ratakan Rumah dengan Alat Berat

Selain merusak lingkungan, warga juga menganggap aktivitas pertambangan yang dilakukan ilegal. Warga yang geram kemudian menutup akses jalan menuju lokasi dengan mengunci portal.

Selain itu, warga juga meletakkan batu besar di tengah jalan, sekaligus membentangkan spanduk yang bertuliskan tambang ditutup warga.

Salah satu warga, Markam (62) mengungkapkan bahwa akibat aktivitas penambangan batu kapur itu membuat air sumur warga menjadi keruh. Selain itu, akses jalan untuk di kebun juga terganggu lantaran debu

"Banyu (air) sumur yang sebelumnya bening (jernih) sekarang jadi butek (keruh), kalau ketigo (kemarau) sumbernya jadi kecil. Sebelum dikeruk seperti sekarang air masih bening mas, mau ke kebon (kebun) gampang," keluh mbah Markam, sapaannya.

Senada, Ahmad Imron warga setempat juga menyatakan bahwa masyarakat Desa Sumuragung sepakat menolak adanya aktivitas pertambangan dan menutup sementara pertambangan batu kapur yang dilakukan PT Wirabhumi Sejati.

"Kami memohon kepada pihak yang berwenang untuk menutup aktifitas penambangan PT Wira Bhumi Sejati," ujarnya Kamis (19/1/2022).

Baca Juga: Dua Hari Hilang, Pencari Ikan Asal Bojonegoro Ditemukan Tewas di Bengawan Solo

Akses menuju lokasi pertambangan yang dikelola PT Wira Bhumi Sejati ditutup paksa warga. Akses menuju lokasi pertambangan yang dikelola PT Wira Bhumi Sejati ditutup paksa warga.

Imron menjelaskan masyarakat merasa dirugikan akibat aktivitas pertambangan yang dilakukan pihak perusahaan. Ia menganggap pihak perusahaan tidak transparan dalam pelaksanaan proses perpanjangan izin tambang dan proses penyusunan Amdal dan izin lingkungan.

Mengingat hal itu dilakukan tanpa melibatkan pemerintah desa, masyarakat, dan beberapai organisasi kemasyarakatan.

Atas hal itu, lanjut Imron, masyarakat setempat mengambil sikap melalui sebuah petisi penolakan aktivitas pertambangan. Selanjutnya dilanjutkan dengan aksi menutup sementara akses jalan menuju lokasi tambang sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Baca Juga: Hilang Saat Berenang di Bengawan Solo, Pemuda Bojonegoro Ditemukan Meninggal

"Sudah dua kali di mediasi tapi tetap tidak ada titik temu, kami (warga Sumuragung) sepakat menutup aktivitas tambang karena mengganggu lingkungan," sambungnya.

Imron menilai aktivitas pertambangan batu kapur yang dilakukan PT Wira Bhumi Sejati ilegal dan telah menyalahi aturan. Di mana izin usaha pertambangan (IUP) masih sebatas eksplorasi, bukan untuk operasi produksi.

Terpisah, salah satu karyawan PT Wirabhumi Sejati, Rasyid saat dikonfirmasi hanya menyampaikan secuil terkait izin perpanjangan pertambangan, dan hal itu juga telah disampaikan kepada pemerintah desa setempat.

"Setahu saya sudah ada izin untuk perpanjangan dan sudah disampaikan. Nah, terkait sudah ada sosialisasi kepada warga atau pun yang lainnya bukan ranah saya untuk menjawab," singkatnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.