Minggu, 07 Jun 2026 05:43 WIB

Wow! Penjual Bubur di Surabaya Ini Kuasai 3 Bahasa Asing

Faiz Tosal. (Foto-foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Faiz Tosal. (Foto-foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Siapa sangka di Kota Surabaya ini ada penjual bubur kacang hijau yang fasih 3 bahasa asing sekaligus; Inggris, Jepang dan Korea.

Namanya Faiz Tosal (54), pria berdarah Madura yang telah lahir dan menetap di Kota Surabaya. Ia tinggal di Jalan Kranggan, Gang 5, Nomor 6, Sawahan, Kota Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Setiap hari Faiz Tosal bekerja sebagai penjual bubur kacang hijau di Jalan Kranggan, Sawahan. Di sebelah selatan pusat perbelanjaan BG Junction Surabaya.

Ia fasih berbicara menggunakan 3 bahasa asing sekaligus. Dengan kepiawaian bahasa, ia kerap sekali menebar candaan atau memberikan edukasi kepada setiap pelajar yang mampir jajan bubur, di lapak kepunyaannya.

Faiz mengaku, dirinya adalah seorang tamatan bangku sekolah dasar (SD). Bisa mengerti bermacam bahasa asing pun tidak pernah direncanakannya. Ia berkenalan dengan bahasa asing dimulai saat merantau di Bali pada tahun 1986.

"Pada tahun 1986 saya diajak orang tua merantau ke Bali. Saya berjualan minuman kemasan kepada turis-turis," terang Faiz saat ditemui jatimnow.com, Kamis (12/1/2023).

Dengan tempaan lingkungan hidup di Bali, tepatnya Pantai Kuta, Faiz memulai belajar otodidak dari mulut para turis, mencatat dan menghafal kosakata asing. Hal itu dilakukan Faiz secara konsisten. Dengan target 1 hari harus bisa hafal 5 kosakata baru.

Ia mengaku tidak mau belajar ketika itu didapatkan gratis atau cuma-cuma. Di sana, minuman gratis ia berikan kepada bule yang mau mengajarkan 5 atau lebih kosakata kepadanya, sebagai imbalan.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Alasannya sederhana, saat saya belajar tidak mau mengeluarkan sepeserpun, maka saya saya akan menganggap enteng suatu hal tersebut," ungkapnya.

Sampai dengan 6 tahun berlalu, buah manis paham akan bahasa Inggris itu didapatkan oleh Faiz. Tak puas sampai disitu ia berlanjut menyelami bahasa Jepang dan Korea.

Bapak berputra satu itu menyampaikan pesan, bagi siapapun pelajar yang ingin menguasai bahasa asing, harus memperhatikan 3 hal. Diantaranya tekun, berani, dan sering diulang.

"Modal uang kalau tidak ada ketekunan, maka bisa tenggat di tengah jalan. Keberanian harus punya, dan terpenting praktek serta sering diulang-ulang," tuturnya.

Halangan bagi orang belajar pasti ada. Harus tahan banting tahan malu. Ia mengaku, selama 20 tahun di Bali sudah banyak pengalaman pahit yang ia telan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Menimba bahasa di Kuta selama 20 tahun dan Timor Leste selama setengah tahun. Sementara waktu itu cobaan tidak pernah absen," ungkap dia.

Sempat juga Faiz dikerjai oleh para turis hingga pernah dipiting sama tentara angkatan laut Navy Amerika. Menurutnya itu sudah menjadi konsekuensi.

Sekadar informasi, setelah perjalanan panjang di tanah rantau, sejak 3 tahun terakhir Faiz Tosal kini menekuni usaha bubur kacang hijau di Surabaya.

Walaupun sampai detik ini masih sering turis-turis relasi di masa lampau yang berkunjung di kediamannya, sembari mengajaknya jalan-jalan sebagai penerjemah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.