Senin, 08 Jun 2026 12:59 WIB

Program Pengembangan Garam di Bangkalan Bawa PHE WMO Raih Proper Emas KLHK

Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin dan Menteri LHK RI, Siti Nurbaya saat memberikan penghargaan pada Direktur PHE WMO, Endro Hartanto di di Istana Wapres - (Foto: Eko for jatimnow.com)
Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin dan Menteri LHK RI, Siti Nurbaya saat memberikan penghargaan pada Direktur PHE WMO, Endro Hartanto di di Istana Wapres - (Foto: Eko for jatimnow.com)

jatimnow.com - Program pengembangan garam atau biasa disebut Salt Center Terintegrasi saat ini terus dikembangkan di Desa Banyusangka, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan oleh PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) bersama masyarakat sekitar.

Hal itu membawa PHE WMO mendapatkan penghargaan proper emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

General Manager Zona 11, Muhamad Arifin mengatakan, program unggulan Salt Centre itu terus dikembangkan bersama masyarakat menggunakan tekhnologi tepat guna.

"Alhamdulillah melalui program ini kami kembali mendapatkan penghargaan tersebut. Saat ini kami terus kembangkan program Salt Center Terintegrasi di Bangkalan. Program Salt Centre Terintegrasi ini juga telah mampu mendukung SDGs 1, 8, 12, 13 dan 15," tutur Arifin tertulis, Kamis (29/12/2022).

Sementara Direktur PHE WMO, Endro Hartanto mengaku bangga program tersebut bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Ia berharap, program yang digagas mampu menghidupkan pengembangan garam di Bangkalan dan Madura.

"Adanya penghargaan ini menjadi salah satu indikator bahwa program Salt Center Terintegrasi ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya manfaat ekonomi, namun juga manfaat lainnya seperti manfaat lingkungan dan sosial," papar Endro.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

Diketahui, pelaksanaan program Salt Centre Terintegrasi itu melibatkan ibu-ibu PKK dan juga karang taruna setempat. Dua kelompok itu untuk terlibat dalam kegiatan diversifikasi produk olahan berbahan dasar garam.

"Tujuan program ini tentu untuk meningkatkan kualitas garam di Madura, khususnya wilayah Bangkalan. Dengan adanya penerapan teknologi tepat guna yang diterapkan, tidak hanya NaCl saja yang meningkat, tetapi kandungan puritan yang tidak dibutuhkan dalam garam juga berkurang," imbuhnya.

Pengembangan garam ini juga menjadi lokasi belajar bagi masyarakat sekitar dan siswa-siswi dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi untuk belajar terkait pengelolaan garam rakyat dengan teknologi tepat guna.

Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan

"Semoga program tersebut terus berjalan dan semakin memberikan manfaat untuk masyarakat secara luas," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.