Harga STB Mahal, Warga Lamongan Migrasi ke Radio
- Penulis : Adyad Ammy Iffansah
- | Sabtu, 24 Des 2022 09:30 WIB
jatimnow.com - Migrasi TV digital tak berjalan mulus di Kabupaten Lamongan. Mayoritas warga malah beralih ke siaran radio untuk tetap memenuhi kebutuhan informasi.
Kondisi itu dipicu harga kenaikan set top box (STB) yang cukup tinggi, sejak suntuk mati TV analog atau Analog Switch Off (ASO) pada Rabu (21/12/2022) lalu.
Baca Juga: Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif
Seperti yang dituturkan Musbah, warga Babatagung, Kecamatan Deket, Lamongan. Dia saat ini mulai lepas dari ketergantungan TV dan memilih bermigrasi ke radio dilatarbelakangi harga dan STB yang sulit didapat.
"Sejak TV nggak bisa, sekarang nyetel (putar) radio, kebanyakan warga juga sama. Kalau di desa sulit didapat (STB) adapun harganya Rp400 ribu sekalian jasa pasang," ujar Musbah, Sabtu (24/12/2022).
Baca Juga: Diduga Karena Korsleting Listrik, Kantor LSM di Lamongan Terbakar
Warga menilai harga STB itu sangat mahal. Ketidakkemampuan warga juga membentuk setigma adanya dugaan permainan harga memanfaatkan momen migrasi TV digital.
"Halah kalau saya nunggu sampai harganya Rp25 ribu saja. Besok-besok pasti harganya turun," ungkap warga lain, Susmono, menyahuti Musbah.
Baca Juga: Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan
Sementara itu, warga lain di daerah berbeda, Aris asal Desa Sambopinggir, Kecamatan Karangbinangun, Lamongan, mengaku resah dengan kondisi saat ini. Meski ia telah membeli STB, ia mengaku masih sulit mendapat siaran digital yang layak.
"Kalau STB sudah terpasang, tapi sinyal masih lemah, benar jernih tapi tersendat kadang keluar gambar, kadang tidak. Akhirnya mendengarkan radio seperti warga lain," keluhnya.
URL : https://jatimnow.id/baca-53883-harga-stb-mahal-warga-lamongan-migrasi-ke-radio