Senin, 27 Jul 2026 21:26 WIB

Menyikapi Dampak Negatif Destruktif Gangster di Surabaya

Diskusi panel yang digelar Forkompimda Surabaya (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)
Diskusi panel yang digelar Forkompimda Surabaya (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seluruh elemen masyarakat dan pelajar mengikuti diskusi panel menyikapi dampak negatif destruktif gangster di era digital dan modern, yang diadakan Forkompimda Surabaya di Hotel Mercure Grand Mirama kota setempat, Rabu (14/12/2022).

Diskusi panel yang diinisiasi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan ini juga menghadirkan beberapa pakar yang kompeten dalam berbagai bidang, serta dimoderatori Ketua Pusat Transformasi dan Pembangunan Pasca Sarjana Unair, Suko Widodo.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Pakar yang dihadirkan yaitu Prof. Drs. Adrianus Eliasta Sembiring Meliala yang merupakan Pakar Bidang Kriminologi dan Kepolisian; Guru Besar Fisip Unair Prof Bagong Suyanto; Pakar Psikologi Unesa Dr Diana Rahmasari; dan Akademisi Uinsa Dr Achmad Muhibbin Zuhri.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang juga hadir dalam diskusi tersebut mengungkapkan, acara ini untuk mencari formula agar anak-anak ini tidak menjadi generasi muda yang terjebak dalam kegiatan negatif.

Dia berharap, harga diri Surabaya sebagai Kota Pahlawan tidak terinjak-injak karena kurang siap menyiapkan generasi mudanya.

"Anak-anak ini ke depan akan menjadi pemimpin Surabaya. Sehingga ke depan akan menjadi anak-anak yang luar biasa dan cinta kasih yang luar biasa. Kami akan pisahkan mana yang terlibat kenakalan remaja dengan yang melakukan tindak kriminal," terangnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Eri menambahkan, untuk mengubah anak-anak yang melakukan kenakalan remaja, bisa dengan cara membentuk sekolah yang homey atau nyaman. Anak-anak yang terlibat kenakalan remaja akan dilibatkan pada kegiatan yang positif.

"Dengan bisa melakukan manajemen stres. Awalnya energi negatif akan menjadi positif. Sehingga saya berharap harga diri untuk tetep menjaga Surabaya tetap aman bisa terus dijaga," tuturnya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengungkapkan, keberadaan gangster remaja di Surabaya ini berbeda. Jika biasanya gangster tergolong dewasa, tapi di Surabaya ini anak-anak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Seperti yang disampaikan Ketua Pengadilan Negeri melihat istilah gangster ini berlebihan. Justru bisa membahayakan anak tersebut," ujar Yusep.

Fenomena ini merupakan kenakalan remaja biasa yang harus mendapat penanganan tepat serta tidak kembali menimbulkan peristiwa serupa. Sebab, dalam diskusi panel tersebut para pakar menyampaikan untuk penanganan kasus tersebut tidak mengedepankan represif.

"Ini yang membuat Polrestabes Surabaya melaksanakan forum diskusi ini. Jangan sampai salah penanganan, dan ke depan kami berharap mereka berhadapan dengan Satbinmas bukan Satreskrim," terang Mantan Direskrimsus Polda Jatim itu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.