Sabtu, 13 Jun 2026 04:28 WIB

70 Event Organizer Bersama Polda Jatim Bahas Prosedur Perizinan

Workshop Edukasi Perijinan Event di Jawa Timur yang digelar Jatim Event Connection di Surabaya (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Workshop Edukasi Perijinan Event di Jawa Timur yang digelar Jatim Event Connection di Surabaya (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - 70 event organizer (EO) menggelar diskusi terkait izin event di Jawa Timur, Minggu (11/12/22).

Workshop yang digelar Komunitas Jatim Event Connection (JEC) ini bertajuk 'Edukasi Perijinan Event di Jawa Timur'. Salah satu yang dihadirkan adalah Dirintelkam Polda Jatim, Kombes Pol Dekananto Eko Purwono.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Dekananto menyampaikan, ketika perizinan tidak keluar, hal itu salah satunya merupakan kelalaian penyelenggara.

"Marak terjadi, jeda waktu pemberitahuan kegiatan mepet, perizinan, maka kita terpaksa tidak memberi rekomendasi," ungkapnya.

Menurut Dekananto, hal itu dilakukan karena kepolisian taat pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2017, soal Izin Penyelenggaraan Event.

"Untuk event daerah itu 14 hari, event nasional 20 hari dan event internasional itu 30 hari," jelas dia.

Selain itu, izin tersebut semata-mata digunakan untuk berkoordinasi kepada stackholder, untuk mempersiapkan keamanan.

"Poin penting pertama yaitu mengenai batas waktu pengajuan. Selanjutnya teknis managemen resiko," imbuhnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sehingga, pemahaman soal perizinan ini menjadi tanggung jawab bersama.

"Kita (kepolisian) giatkan sosialisasi dan tentunya EO-EO juga harus menjalin komunikasi," tegas Dekananto.

Sementara Founder Delva Digital dan UMKM Festival Indonesia, Tom Liwafa mengatakan, acara ini bertujuan membagi resep sukses menggelar event dan mengantisipasi EO bodong.

"Jatim Event Connection memiliki tujuan agar teman-teman bisa saling backup ketika ditemukan event bodong," ungkap Tom.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Menurutnya, EO kredibel yang telah terjaring di JEC juga bisa memahami regulasi perizinan sebuah event.

"Ini menjadi kunci penting. Sebab di Jawa Timur banyak temuan EO bodong yang mana gagal atau sengaja membatalkan sebuah event," ungkap crazy rich Surabaya ini.

Dan salah satu indikatornya adalah ketika penyelenggara dan penggagas event tidak jelas, maka acara yang dibuat juga berpotensi yang sama.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.