Selasa, 28 Jul 2026 12:55 WIB

70 Event Organizer Bersama Polda Jatim Bahas Prosedur Perizinan

Workshop Edukasi Perijinan Event di Jawa Timur yang digelar Jatim Event Connection di Surabaya (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Workshop Edukasi Perijinan Event di Jawa Timur yang digelar Jatim Event Connection di Surabaya (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - 70 event organizer (EO) menggelar diskusi terkait izin event di Jawa Timur, Minggu (11/12/22).

Workshop yang digelar Komunitas Jatim Event Connection (JEC) ini bertajuk 'Edukasi Perijinan Event di Jawa Timur'. Salah satu yang dihadirkan adalah Dirintelkam Polda Jatim, Kombes Pol Dekananto Eko Purwono.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Dekananto menyampaikan, ketika perizinan tidak keluar, hal itu salah satunya merupakan kelalaian penyelenggara.

"Marak terjadi, jeda waktu pemberitahuan kegiatan mepet, perizinan, maka kita terpaksa tidak memberi rekomendasi," ungkapnya.

Menurut Dekananto, hal itu dilakukan karena kepolisian taat pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2017, soal Izin Penyelenggaraan Event.

"Untuk event daerah itu 14 hari, event nasional 20 hari dan event internasional itu 30 hari," jelas dia.

Selain itu, izin tersebut semata-mata digunakan untuk berkoordinasi kepada stackholder, untuk mempersiapkan keamanan.

"Poin penting pertama yaitu mengenai batas waktu pengajuan. Selanjutnya teknis managemen resiko," imbuhnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Sehingga, pemahaman soal perizinan ini menjadi tanggung jawab bersama.

"Kita (kepolisian) giatkan sosialisasi dan tentunya EO-EO juga harus menjalin komunikasi," tegas Dekananto.

Sementara Founder Delva Digital dan UMKM Festival Indonesia, Tom Liwafa mengatakan, acara ini bertujuan membagi resep sukses menggelar event dan mengantisipasi EO bodong.

"Jatim Event Connection memiliki tujuan agar teman-teman bisa saling backup ketika ditemukan event bodong," ungkap Tom.

Baca Juga: Bidpropam Polda Jatim Tes Urine Puluhan Anggota Polres Kediri Kota

Menurutnya, EO kredibel yang telah terjaring di JEC juga bisa memahami regulasi perizinan sebuah event.

"Ini menjadi kunci penting. Sebab di Jawa Timur banyak temuan EO bodong yang mana gagal atau sengaja membatalkan sebuah event," ungkap crazy rich Surabaya ini.

Dan salah satu indikatornya adalah ketika penyelenggara dan penggagas event tidak jelas, maka acara yang dibuat juga berpotensi yang sama.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.