Selasa, 09 Jun 2026 01:08 WIB

Erupsi Semeru dan Tiga Titik Rawan yang Harus Dipedomani

Simulasi erupsi Gunung Semeru (Foto: Amien Widodo for jatimnow.com)
Simulasi erupsi Gunung Semeru (Foto: Amien Widodo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Minggu, 4 Desember 2022. Erupsi sebelumnya terjadi pada tanggal dan bulan yang sama di Tahun 2021.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), erupsi Semeru terjadi sejak Tahun 1918 silam sampai sekarang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Pakar Geologi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Amien Widodo mengatakan, status erupsi gunung api aktif Semeru hampir terjadi setiap hari.

"Meskipun tidak sampai memunculkan tekanan berat di letusan erupsi kemarin, aliran lahar efusif Semeru ini hampir muncul setiap malam," ujar Amien saat ditemui jatimnow.com, Selasa (7/12/2022).

Sehingga, di area tersebut ditempatkan pos pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), untuk menelusuri gejala aktivitas gunung api aktif setiap harinya.

Dalam pos pantau tersedia sebuah peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) dengan tiga jumlah titik lokasi rawan yang harus dipedomani.

"Dimulai dari KRB 3, lokasinya berada di puncak gunung radius 2-3 kilometer, KRB 2 bertempat di radius 5-10 kilometer dari puncak, dan KRB 1 berada di sungai aliran lahar, Besuk Kobokan dan Besok Lanang," jelasnya.

Pakar Geologi ITS Amien Widodo (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)Pakar Geologi ITS Amien Widodo (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Untuk itu, seharusnya di sepanjang wilayah KRB harus steril dari aktivitas warga untuk meminimalisir terjadinya korban saat terjadi erupsi.

Sedangkan kategori kewaspadaan, terbagi menjadi empat level status yang diampu PVMBG dan pos pantau dan harus dimengerti oleh masyarakat.

Pertama level normal, artinya tidak ada aktivitas kegempaan, aktivitas naiknya temperatur panas, ataupun gas, maka dalam radius 2-3 kilometer itu boleh dijamah manusia hingga pendakian.

Kedua level waspada, yaitu ketika radius 2-3 kilometer dari puncak ini tidak boleh ada aktivitas, pendakian dan lain-lain itu harus di stop.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ketiga level siaga, radius 5 kilometer tidak aman atau sedang tidak baik-baik saja.

Keempat level awas, radius 10-15 kilometer tidak boleh ada aktivitas apapun, warga masyarakat di sekitar sungai aliran lahar harus kosong.

"Sekarang ini posisi Semeru lagi awas, seharusnya pemukiman dan aktivitas warga harus di luar KRB," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.