Selasa, 28 Jul 2026 12:01 WIB

Pelajar Surabaya Jadi Sasaran Peredaran Pil Koplo, Ini Buktinya!

Pelaku saat dirilis di Polsek Tegalsari Surabaya
Pelaku saat dirilis di Polsek Tegalsari Surabaya

jatimnow.com - Pelajar di Surabaya mulai menjadi sasaran peredaran narkoba. Kewaspadaan ini setelah Unit Reskrim Polsek Tegalsari mengungkap peredaran obat keras jenis double L yang kerap menyasar pelajar.

Dalam pengungkapan kasus tersebut polisi mengamankan seorang pengedar berinisial TA (37), warga Kendondong Kidul, Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai petugas chatering ini ditangkap di rumahnya, Kamis (24/11/2022), sekitar pukul 03.37 WIB.

Dalam penggeledahan itu polisi juga menyita 7447 pil double L yang tersimpan di delapan botol putih.

Kapolsek Tegalsari Kompol Imam Mustolih mengatakan pengungkapan kasus ini bermula ketika petugas gabungan melakukan patroli.

Hasil patroli itu menemukan dua pemuda yang saat berkendara menunjukkan gelagat mencurigakan.

Setelah diamankan dan dilakukan interogasi, keduanya mengakui telah menggunakan pil double L yang dibelinya dari tersangka TA.

"Bahwa ia (saksi) mendapatkan barang itu dari tersangka berinisial TA," kata Imam saat rilis di Polsek Tegalsari, Kamis (24/11/2022).

Berbekal data tersebut, pihaknya melakukan profiling dan mendapati alamat tersangka. Selanjutnya polisi langsung menggerebek rumah tersangka.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Di sana, anggota kami menemukan delapan botol plastik warna putih yang di dalamnya berisi 7.447 butir pil double L," lanjut Imam.

Ia menambahkan bahwa dari dua saksi yang telah mengomsumsi pil double L masih berusia di bawah umur.

"Tersangka ini sudah menyasar anak di bawah umur. Dari salah satu saksi tadi masih berusia 17 tahun," ungkap Imam.

Terungkapnya kasus ini, Imam mengaku prihatin. Sebab tersangka sudah menyasar anak-anak di bawah umur dalam mengedarkan pil double L.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Ini jadi keprihatinan kami. Ini memberikan pesan moral kepada seluruh orang tua di Surabaya, agar memiliki kepedulian kepada anaknya. Agar tidak lagi ada korban generasi muda yang mengonsumsi pil dobel L," tegas Imam.

Sementara itu, tersangka TA mengaku jika bisnis obat keras atau pil double L itu sudah ia jalankan selama enam bulan.

Adapun modus peredaran pil setan itu dijual online atau melalui WhatsApp.

"Kurang lebih enam bulan. Satu botol Rp700 ribu. 10 butir harganya Rp25 ribu. Iya ada juga (pelajar) juga kalau ada yang WA saya kasih," tandas TA.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.