Senin, 08 Jun 2026 04:45 WIB

Pelajar Surabaya Jadi Sasaran Peredaran Pil Koplo, Ini Buktinya!

Pelaku saat dirilis di Polsek Tegalsari Surabaya
Pelaku saat dirilis di Polsek Tegalsari Surabaya

jatimnow.com - Pelajar di Surabaya mulai menjadi sasaran peredaran narkoba. Kewaspadaan ini setelah Unit Reskrim Polsek Tegalsari mengungkap peredaran obat keras jenis double L yang kerap menyasar pelajar.

Dalam pengungkapan kasus tersebut polisi mengamankan seorang pengedar berinisial TA (37), warga Kendondong Kidul, Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai petugas chatering ini ditangkap di rumahnya, Kamis (24/11/2022), sekitar pukul 03.37 WIB.

Dalam penggeledahan itu polisi juga menyita 7447 pil double L yang tersimpan di delapan botol putih.

Kapolsek Tegalsari Kompol Imam Mustolih mengatakan pengungkapan kasus ini bermula ketika petugas gabungan melakukan patroli.

Hasil patroli itu menemukan dua pemuda yang saat berkendara menunjukkan gelagat mencurigakan.

Setelah diamankan dan dilakukan interogasi, keduanya mengakui telah menggunakan pil double L yang dibelinya dari tersangka TA.

"Bahwa ia (saksi) mendapatkan barang itu dari tersangka berinisial TA," kata Imam saat rilis di Polsek Tegalsari, Kamis (24/11/2022).

Berbekal data tersebut, pihaknya melakukan profiling dan mendapati alamat tersangka. Selanjutnya polisi langsung menggerebek rumah tersangka.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Di sana, anggota kami menemukan delapan botol plastik warna putih yang di dalamnya berisi 7.447 butir pil double L," lanjut Imam.

Ia menambahkan bahwa dari dua saksi yang telah mengomsumsi pil double L masih berusia di bawah umur.

"Tersangka ini sudah menyasar anak di bawah umur. Dari salah satu saksi tadi masih berusia 17 tahun," ungkap Imam.

Terungkapnya kasus ini, Imam mengaku prihatin. Sebab tersangka sudah menyasar anak-anak di bawah umur dalam mengedarkan pil double L.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Ini jadi keprihatinan kami. Ini memberikan pesan moral kepada seluruh orang tua di Surabaya, agar memiliki kepedulian kepada anaknya. Agar tidak lagi ada korban generasi muda yang mengonsumsi pil dobel L," tegas Imam.

Sementara itu, tersangka TA mengaku jika bisnis obat keras atau pil double L itu sudah ia jalankan selama enam bulan.

Adapun modus peredaran pil setan itu dijual online atau melalui WhatsApp.

"Kurang lebih enam bulan. Satu botol Rp700 ribu. 10 butir harganya Rp25 ribu. Iya ada juga (pelajar) juga kalau ada yang WA saya kasih," tandas TA.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.