Kamis, 11 Jun 2026 07:55 WIB

Korban Perdagangan Orang Beber Pengakuan, Ceritanya Miris!

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 19 Nov 2022 16:12 WIB
Lokasi penyekapan korban human trafficking di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. (foto Moch Rois/jatimnow.com)
Lokasi penyekapan korban human trafficking di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. (foto Moch Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Penggerebekan dugaan human trafficking atau perdagangan orang, yang dilakukan Tim Jatanras Polda Jatim dan Tim Renakta masih menyisakan beberapa fakta.

Hal ini disampaikan Handoko, salah satu tim keamanan kompleks ruko Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Kepada jatimnow.com, ia turut menyelamatkan lima korban penyekapan dan pemaksaan wanita sebagai pramusaji dalam ungkap kasus perdagangan orang.

"Saya tidak tahu kalau lima perempuan itu dipaksa menjadi pramusaji. Saya tahunya ketika ada laporan dari orang tua salah satu korban dan polisi. Saat itu saya ikut penggerebekan," kata Handoko, Sabtu (19/11/2022).

Sebelumnya korban perdagangan manusia taku memberi pengakuan dan penyekapan. Korban selama ini dipaksa bekerja sebagai pramusaji di ruko berkedok warkop. Namun setelah diyakinkan, para korban bersedia membeber kisahnya.

"Selama berada di dalam ruko, mereka diawasi pengelola agar tidak kabur dan memberontak. Makan dikontrol, mandi juga dijaga. Tidak boleh kemana-mana. Untuk tidurnya di lantai dua ruko," lanjut Handoko.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Jika korban memberontak, penjaga warkop yang umumnya laki-laku tidak segan melakukan kekerasan. Menurut pengakuan korban kepada Handoko, pemukulan kerap dirasakan korban. 

"Mereka dihajar kalau berani memberontak. Saya juga meminta korban agar berteriak, supaya ada yang menolong. Tapi banyak yang takut dan tidak berani berteriak," ujarnya.

Dari pengakuan yang disampaikan, para korban ini adalah wanita memberontak dan menolak dijual. 

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Korban bercerita saat direkrut dan ditampung di salah satu vila di Tretes, Kecamatan Prigen, terlebih dahulu. Nah, yang memberontak tidak mau dijual, mereka dikirim menjadi pramusaji di warkop WP GON. Untuk yang menurut dan mau dijual langsung berangkat," tandasnya.

 

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.