Selasa, 28 Jul 2026 16:02 WIB

Korban Perdagangan Orang Beber Pengakuan, Ceritanya Miris!

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 19 Nov 2022 16:12 WIB
Lokasi penyekapan korban human trafficking di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. (foto Moch Rois/jatimnow.com)
Lokasi penyekapan korban human trafficking di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. (foto Moch Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Penggerebekan dugaan human trafficking atau perdagangan orang, yang dilakukan Tim Jatanras Polda Jatim dan Tim Renakta masih menyisakan beberapa fakta.

Hal ini disampaikan Handoko, salah satu tim keamanan kompleks ruko Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Bidpropam Polda Jatim Tes Urine Puluhan Anggota Polres Kediri Kota

Kepada jatimnow.com, ia turut menyelamatkan lima korban penyekapan dan pemaksaan wanita sebagai pramusaji dalam ungkap kasus perdagangan orang.

"Saya tidak tahu kalau lima perempuan itu dipaksa menjadi pramusaji. Saya tahunya ketika ada laporan dari orang tua salah satu korban dan polisi. Saat itu saya ikut penggerebekan," kata Handoko, Sabtu (19/11/2022).

Sebelumnya korban perdagangan manusia taku memberi pengakuan dan penyekapan. Korban selama ini dipaksa bekerja sebagai pramusaji di ruko berkedok warkop. Namun setelah diyakinkan, para korban bersedia membeber kisahnya.

"Selama berada di dalam ruko, mereka diawasi pengelola agar tidak kabur dan memberontak. Makan dikontrol, mandi juga dijaga. Tidak boleh kemana-mana. Untuk tidurnya di lantai dua ruko," lanjut Handoko.

Baca Juga: Kasus Catatan Sipil Endang Dibuka Lagi, Polda Jatim Gelar Perkara Khusus

Jika korban memberontak, penjaga warkop yang umumnya laki-laku tidak segan melakukan kekerasan. Menurut pengakuan korban kepada Handoko, pemukulan kerap dirasakan korban. 

"Mereka dihajar kalau berani memberontak. Saya juga meminta korban agar berteriak, supaya ada yang menolong. Tapi banyak yang takut dan tidak berani berteriak," ujarnya.

Dari pengakuan yang disampaikan, para korban ini adalah wanita memberontak dan menolak dijual. 

Baca Juga: Ayah Hamili Anak Kandung, Wali Kota Surabaya: Saya Harap Dihukum Berat

"Korban bercerita saat direkrut dan ditampung di salah satu vila di Tretes, Kecamatan Prigen, terlebih dahulu. Nah, yang memberontak tidak mau dijual, mereka dikirim menjadi pramusaji di warkop WP GON. Untuk yang menurut dan mau dijual langsung berangkat," tandasnya.

 

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.