Selasa, 28 Jul 2026 01:25 WIB

Puluhan Guru Honorer Geruduk DPRD Lamongan, Ini Tuntutannya

Puluhan guru honorer Lamongan saat menggeruduk DPRD meminta kejelasan formasi P3K. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Puluhan guru honorer Lamongan saat menggeruduk DPRD meminta kejelasan formasi P3K. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah guru honor di Lamongan mendatangi kantor DPRD untuk meminta kejelasan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) terhadap 71 guru pendidikan jasmani olahraga dan (PJOK).

“Saya rasa 71 guru ini terzolimi, karena sebelumnya formasinya dikurangi. Alhasil nasib mereka terkatung-katung," ungkap Ketua Forum Honorer Sekolah Non Kategori (FHSNK) Lamongan, Syukron Ma'mun, Kamis (10/11/2022).

Baca Juga: Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

Ia menambahkan jika sejumlah rekannya telah mendaftarkan diri untuk formasi guru PJOK SMP Negeri, karena formasinya hanya membuka guru untuk SMP.

“Tapi itu malah dijadikan dalih menggugurkan teman-teman. Padahal beberapa guru sudah menjalani semua tahapan, dan tinggal penempatan,” jelasnya.

Mereka menilai jika ada tahapan, yakni observasi yang dilakukan Dinas Pendidikan setempat menemui kesalahan, dan menjadikan proses rekruitmen P3K 71 guru PJOK ini terhambat.

Baca Juga: Diduga Karena Korsleting Listrik, Kantor LSM di Lamongan Terbakar

“Setelah adu argumen, akhirnya tuntutan kita dipenuhi, Dinas Pendidikan Lamongan berserta BKD-SDM bersedia melakukan pemetaan dan menempatkan teman-teman di SMP Negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Abdul Shomad menyampaikan jika kedatangan 71 guru honorer PJOK ini agar bisa diakomodir terkait penempatan dan status P3K.

Baca Juga: Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

“Sudah ada solusinya, pihak dinas bersedia melakukan pemetaan, dan akan menanyakan langsung ke Jakarta terkait kuota dan formasi 71 guru honorer ini,” terangnya.

 

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.