Minggu, 07 Jun 2026 14:25 WIB

Kelola Pencucian Uang Narkoba Miliaran Rupiah, Begini Modusnya

  • Penulis :
  • | Selasa, 31 Jul 2018 21:21 WIB
Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka.
Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka.

jatimnow.com - Adiwijaya alias Kwang dipastikan bakal dimiskinkan oleh penyidik BNN (Badan Narkotika Nasional). Pasalnya, pria yang tinggal di Jalan Mulyosari Utara No. 45, Surabaya itu terbukti mengelola uang transaksi dari para bandar narkoba.

Mengapa? Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko menjelaskan, atas ulahnya, Adiwijaya bakal dijerat undang-undang TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) narkotika. Sebab, dia terbukti mengelola uang para bandar narkoba yang mendekam di Lapas Tangerang, Banten.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ulah Adiwijaya terbongkar setelah BNN menangkap seorang bandar bernama Juvictor Indraguna alias Viktor Indraguna pada 4 Maret 2017 lalu dengan barang bukti 8,4 Kg narkotika jenis sabu.

Dari sana, BNN berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran uang transaksi narkoba yang dilakukan jaringan tersebut.

"Setelah proses penyelidikan dan penelusuran, jaringan ini melakukan transaksi uang dari hasil jual beli narkoba sekitar Rp1 triliun lebih. Tapi, kami berhasil menyita Rp24 miliar," beber Heru saat membeber para tersangka dan barang bukti TPPU di rumah Adiwijaya.

Bagaimana Adiwijaya bisa masuk dalam pusaran para bandar narkoba internasional tersebut? Heru menjelaskan, awalnya Adiwijaya mendapat pesanan dari adiknya yang berada di Taiwan agar Adiwijaya membuka usaha money canger serta perusahaan emas dan tembaga atas permintaan seseorang.

Padahal, perusahaan itu hanya sebagai kedok untuk mengelola uang para bandar narkoba.

Uang-uang dari para bandar yang masuk ke Adiwijaya ditransaksikan seolah-olah sebagai transaksi uang hasil jual beli emas dan tembaga. Bahkan untuk mengelabuhi petugas, Adiwijaya membeli sejumlah kepingan emas dan tembaga asli bersertifikat.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Semua uang dan harta benda yang dibeli tersangka dari hasil jual beli narkotika, akan kita sita semua. Akan kami miskinkan semua orang yang terlibat dalam jaringan ini," tegas Heru.

Selain rumah mewah milik Adiwijaya yang dibeli dari hasil TPPU, penyidik BNN juga menyita 5 mobil mewah, 5 motor sport serta uang tunai (berbagai mata uang) senilai 24 miliar. Penyidik juga menyita sejumlah bukti transaksi dan kepingan emas dan tembaga dari perusahaan fiktif yang dikelola Adiwijaya.

Setelah ulahnya terbongkar, terungkap bahwa Adiwijaya mengelola aliran uang narkotika dari para bandar yang saat ini mendekam di Lapas Tangerang. Semua yang terlibat juga sudah ditangkap.

Antara lain Lisan Bahar (Dirut PT Global Surya Alience), Army Roza alias Bobo (napi narkotika di Lapas Tangerang), Ali Akbar Sarlak (WN Iran, napi narkotika di Lapas Tangerang), serta Tamia Tirta Anastasya alias Sunny Edward (pacar Ali Akbar).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ali Akbar sendiri merupakan bandar narkoba asal Iran yang sudah divonis hukuman seumur hidup oleh pengadilan. Bandar ini mengelola bisnis narkobanya dari dalam lapas dibantu Bobo yang juga mendekam di lapas yang sama.

Sedangkan pengelolaan uang narkotikanya, dikelola Adiwijaya melalui Sunny Edward, pacar Ali Akbar.

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.