Selasa, 28 Jul 2026 03:06 WIB

Kepala Daerah se Jatim Digembleng Agar Gercep Tanggulangi Bencana

Pelatihan kepemimpinan dalam penanggulangan bencana di Jatim (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Pelatihan kepemimpinan dalam penanggulangan bencana di Jatim (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta bupati dan walikota bersama jajaran Forkopimda se Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana, di tengah dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi.

Mereka digembleng dalam pelatihan kepemimpinan dalam penanggulangan bencana bersama Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto, di Kantor BPSDM Provinsi Jatim, Jalan Balongsari Tama, Surabaya, Rabu (2/11/2022).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Dalam rakor kali ini kami mencari solusi komperehensif utamanya terkait penanganan bencana di saat cuaca ekstrim yang diikuti hydrometeorologi. Yang mana kondisi ini sangat memungkinkan terjadinya banjir bandang, longsor, tanah bergerak serta angin puting beliung," ujar Khofifah.

Menurutnya, perlu langkah preventif dalam upaya mitigasi bencana di Jatim. Untuk itu, berkaitan dengan peningkatan kewaspadaan dan mitigasi untuk meminimalisir risiko bencana, Khofifah ini menekankan kepada pemda untuk aktif mengupdate informasi potensi dan resiko bencana di wilayahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Dia juga meminta agar pemda melakukan kolaborasi baik dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sampai dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mitigasi bencana geologi atau kegunungapian.

"Kebijakan dan pengambilan keputusan yang tepat yang diambil oleh pemerintah daerah akan memberikan percepatan perlindungan masyarakat terhadap dampak bencana. Oleh sebab itu penanggulangan bencana ini harus dilakukan dengan cepat, tepat dan bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Khofifah juga berpesan, setiap ada bencana, pemda bersama camat harus aktif turun mendampingi masyarakat. Ditambah upaya-upaya pemetaan dengan skenario penanggulangan bencana.

"Termasuk bagaimana mengkondisikan kultur masyarakat. Karena sering karena kultur, masyarakat enggan untuk menjaga lingkungan. Bagaimana mengajak masyarakat mau menjaga sungai dengan tidak membuang sampah itu bukan yang bisa disepelekan," jelas Khofifah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.