Jumat, 12 Jun 2026 12:39 WIB

Kepala Daerah se Jatim Digembleng Agar Gercep Tanggulangi Bencana

Pelatihan kepemimpinan dalam penanggulangan bencana di Jatim (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Pelatihan kepemimpinan dalam penanggulangan bencana di Jatim (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta bupati dan walikota bersama jajaran Forkopimda se Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana, di tengah dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi.

Mereka digembleng dalam pelatihan kepemimpinan dalam penanggulangan bencana bersama Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto, di Kantor BPSDM Provinsi Jatim, Jalan Balongsari Tama, Surabaya, Rabu (2/11/2022).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Dalam rakor kali ini kami mencari solusi komperehensif utamanya terkait penanganan bencana di saat cuaca ekstrim yang diikuti hydrometeorologi. Yang mana kondisi ini sangat memungkinkan terjadinya banjir bandang, longsor, tanah bergerak serta angin puting beliung," ujar Khofifah.

Menurutnya, perlu langkah preventif dalam upaya mitigasi bencana di Jatim. Untuk itu, berkaitan dengan peningkatan kewaspadaan dan mitigasi untuk meminimalisir risiko bencana, Khofifah ini menekankan kepada pemda untuk aktif mengupdate informasi potensi dan resiko bencana di wilayahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dia juga meminta agar pemda melakukan kolaborasi baik dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sampai dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mitigasi bencana geologi atau kegunungapian.

"Kebijakan dan pengambilan keputusan yang tepat yang diambil oleh pemerintah daerah akan memberikan percepatan perlindungan masyarakat terhadap dampak bencana. Oleh sebab itu penanggulangan bencana ini harus dilakukan dengan cepat, tepat dan bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Khofifah juga berpesan, setiap ada bencana, pemda bersama camat harus aktif turun mendampingi masyarakat. Ditambah upaya-upaya pemetaan dengan skenario penanggulangan bencana.

"Termasuk bagaimana mengkondisikan kultur masyarakat. Karena sering karena kultur, masyarakat enggan untuk menjaga lingkungan. Bagaimana mengajak masyarakat mau menjaga sungai dengan tidak membuang sampah itu bukan yang bisa disepelekan," jelas Khofifah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.