Kamis, 23 Jul 2026 17:59 WIB

Kolaborasi Gresik dan Surabaya Atasi Kemacetan hingga Pelayanan Kesehatan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Foto: Humas Pemkab Gresik)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Foto: Humas Pemkab Gresik)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melakukan studi banding ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Rabu (26/10/2022).

Dalam agenda kali ini, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengajak Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rahman, Asisten I, II dan III, Direktur Utama RSUD Ibnu Sina serta sejumlah Kepala OPD, mulai Kadinkes, Kadishub, Kadis Pertanian, Kadis PUTR, Bappeda, Inspektorat, Lingkungan Hidup dan BPPKAD.

Baca Juga: Sengketa Tata Ruang Graha Famili Surabaya, Sorotan Mengarah ke The Nook Cafe

Studi banding ini membahas sejumlah hal. Di antaranya rencana kerjasama terkait Universal Health Coverage (UHC). Diketahui bahwa wilayah Surabaya Raya (Gresik, Surabaya dan Sidoarjo) merupakan satu kesatuan dan memiliki komitmen yang sama untuk kepentingan masyarakat.

Dalam paparannya, Gus Yani mengatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Dengan adanya kebijakan terkait dengan UHC, maka masyarakat memperoleh jaminan kesehatan yang layak dan gratis.

Menurutnya, di Gresik, pelayanan kesehatan berbasis UHC sudah terlaksana mulai bulan Oktober. Dan rencananya akan ada kerjasama di wilayah Surabaya Raya.

"Dengan terwujudnya kerjasama UHC ini nantinya masyarakat akan mendapat jaminan dan pelayanan kesehatan secara gratis di ketiga wilayah Surabaya Raya tersebut. Jadi warga Gresik yang berobat ke Surabaya bisa berobat secara gratis, begitupun sebaliknya. Tinggal kita menunggu skema dan mekanisme yang akan dijalankan dengan melibatkan Dinkes serta BPJS untuk membahas hal ini," papar Gus Yani.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa SMA/SMK/MA Sederajat

Pertemuan tersebut juga membahas terkait upaya mengatasi kemacetan dengan kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan Pemkab Gresik. Gus Yani menyebut bahwa salah satu upaya mengatasi kemacetan adalah dengan menyediakan moda transportasi terpadu yang terintegrasi dengan Kota Pahlawan.

"Kemacetan juga menjadi persoalan social dan perlu adanya penanganan. Salah satu yang menjadi factor adalah jumlah kendaraan bermotor milik pribadi. Ke depan, dengan hadirnya moda transportasi terpadu diharapkan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih ke mode transpotasi terpadu," ungkap Gus Yani.

Moda transportasi terpadu ini diharapkan mampu mengatur arus penumpang sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. Masyarakat dapat bepergian sesuai dengan daerah tujuan dengan menggunakan transportasi massal dan bersifat estafet.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

"Sehingga Gresik dan Surabaya dapat terkoneksi dengan hadirnya moda transportasi terpadu ini," sambung Gus Yani.

Kendati demikian, perlu adanya kajian yang matang sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mengurangi kemacetan di Gresik.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.