Minggu, 07 Jun 2026 14:50 WIB

Kolaborasi Gresik dan Surabaya Atasi Kemacetan hingga Pelayanan Kesehatan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Foto: Humas Pemkab Gresik)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Foto: Humas Pemkab Gresik)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melakukan studi banding ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Rabu (26/10/2022).

Dalam agenda kali ini, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengajak Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rahman, Asisten I, II dan III, Direktur Utama RSUD Ibnu Sina serta sejumlah Kepala OPD, mulai Kadinkes, Kadishub, Kadis Pertanian, Kadis PUTR, Bappeda, Inspektorat, Lingkungan Hidup dan BPPKAD.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Studi banding ini membahas sejumlah hal. Di antaranya rencana kerjasama terkait Universal Health Coverage (UHC). Diketahui bahwa wilayah Surabaya Raya (Gresik, Surabaya dan Sidoarjo) merupakan satu kesatuan dan memiliki komitmen yang sama untuk kepentingan masyarakat.

Dalam paparannya, Gus Yani mengatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Dengan adanya kebijakan terkait dengan UHC, maka masyarakat memperoleh jaminan kesehatan yang layak dan gratis.

Menurutnya, di Gresik, pelayanan kesehatan berbasis UHC sudah terlaksana mulai bulan Oktober. Dan rencananya akan ada kerjasama di wilayah Surabaya Raya.

"Dengan terwujudnya kerjasama UHC ini nantinya masyarakat akan mendapat jaminan dan pelayanan kesehatan secara gratis di ketiga wilayah Surabaya Raya tersebut. Jadi warga Gresik yang berobat ke Surabaya bisa berobat secara gratis, begitupun sebaliknya. Tinggal kita menunggu skema dan mekanisme yang akan dijalankan dengan melibatkan Dinkes serta BPJS untuk membahas hal ini," papar Gus Yani.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Pertemuan tersebut juga membahas terkait upaya mengatasi kemacetan dengan kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan Pemkab Gresik. Gus Yani menyebut bahwa salah satu upaya mengatasi kemacetan adalah dengan menyediakan moda transportasi terpadu yang terintegrasi dengan Kota Pahlawan.

"Kemacetan juga menjadi persoalan social dan perlu adanya penanganan. Salah satu yang menjadi factor adalah jumlah kendaraan bermotor milik pribadi. Ke depan, dengan hadirnya moda transportasi terpadu diharapkan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih ke mode transpotasi terpadu," ungkap Gus Yani.

Moda transportasi terpadu ini diharapkan mampu mengatur arus penumpang sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. Masyarakat dapat bepergian sesuai dengan daerah tujuan dengan menggunakan transportasi massal dan bersifat estafet.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

"Sehingga Gresik dan Surabaya dapat terkoneksi dengan hadirnya moda transportasi terpadu ini," sambung Gus Yani.

Kendati demikian, perlu adanya kajian yang matang sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mengurangi kemacetan di Gresik.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.