Kamis, 23 Jul 2026 09:34 WIB

Begini Pengakuan Saksi Mata Bentrokan Massa Pesilat

Salah satu titik bentrok yang melibatkan massa pesilat di Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah)
Salah satu titik bentrok yang melibatkan massa pesilat di Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah)

jatimnow.com - Warga Lamogan bernama Amel (19) menjadi saksi betapa mencekamnya bentrokan massa yang melibatkan perguruan silat, Selasa (11/10/2022).

Kepada jatimnow.com, Amel menceritakan saat dirinya memergoki sekolompok massa yang berniat melakukan penghadangan di Jalan nasional Lamongan-Babat tepatnya di Desa Plosowahyu.

Baca Juga: Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

"Puluhan orang berkumpul di sepanjang rel kereta tepatnya Desa Plosowahyu. Masing-masing dari mereka membawa batu dan bersiap ingin menyerang," ungkap Amel yang saat itu pulang kuliah di Universitas Muhammad Lamongan.

Amel yang tak tahu sebelumnya ada kericuhan yang melibatkan massa pesilat pun merasa takut dan terkejut. Seperti diketahui, jalan tersebut merupakan rute perguruan silat menuju Bojonegoro dan Tuban.

"Tak kirain ada apa, takut pasti mas. Saat itu juga kan jam pulang kuliah banyak mahasiswa yang menunggu bus di halte. Kasihan juga kalau terkena serangan," katanya saat mengetahui ternyata niat sekumpulan orang itu menghadang rombongan pesilat.

Baca Juga: Diduga Karena Korsleting Listrik, Kantor LSM di Lamongan Terbakar

Selain Amel, petugas pengamanan juga mengaku bahwa kejadian tersebut cukup mencekam. Komandan Koramil 0812/01 Lamongan Kapten CKU Yanto Budi Utomo menceritakan ada puluhan batu beterbangan dan saling serang antarmassa.

"Batu-batu beterbangan, teriakan, saling caci dan maki terucap dari ribuan massa yang bentrok. Saya hanya bisa mendinginkan, meminta agar massa pesilat tak terpancing dan melanjutkan perjalanan," ungkapnya saat mengawal rombongan pesilat melintas di Desa Pangkat Rejo hingga perbatasan Kecamatan Sukodadi.

Baca Juga: Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Sepanjang jalan tersebut pengawalan cukup ketat. Anggota koramil dan pihak kepolisian bisa sedikit meminimalisasi gesekan.

"Alhasil dari perbatasan antarkecamatan saya berhenti karena teritorialnya beda. Tapi masuk Kecamatan Sukodadi hingga Pucuk massa kembali memanas. Saya dapat info jika bentrokan membesar di sana (Kecamatan Pucuk)," katanya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.