Minggu, 07 Jun 2026 13:49 WIB

Begini Pengakuan Saksi Mata Bentrokan Massa Pesilat

Salah satu titik bentrok yang melibatkan massa pesilat di Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah)
Salah satu titik bentrok yang melibatkan massa pesilat di Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah)

jatimnow.com - Warga Lamogan bernama Amel (19) menjadi saksi betapa mencekamnya bentrokan massa yang melibatkan perguruan silat, Selasa (11/10/2022).

Kepada jatimnow.com, Amel menceritakan saat dirinya memergoki sekolompok massa yang berniat melakukan penghadangan di Jalan nasional Lamongan-Babat tepatnya di Desa Plosowahyu.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Puluhan orang berkumpul di sepanjang rel kereta tepatnya Desa Plosowahyu. Masing-masing dari mereka membawa batu dan bersiap ingin menyerang," ungkap Amel yang saat itu pulang kuliah di Universitas Muhammad Lamongan.

Amel yang tak tahu sebelumnya ada kericuhan yang melibatkan massa pesilat pun merasa takut dan terkejut. Seperti diketahui, jalan tersebut merupakan rute perguruan silat menuju Bojonegoro dan Tuban.

"Tak kirain ada apa, takut pasti mas. Saat itu juga kan jam pulang kuliah banyak mahasiswa yang menunggu bus di halte. Kasihan juga kalau terkena serangan," katanya saat mengetahui ternyata niat sekumpulan orang itu menghadang rombongan pesilat.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Selain Amel, petugas pengamanan juga mengaku bahwa kejadian tersebut cukup mencekam. Komandan Koramil 0812/01 Lamongan Kapten CKU Yanto Budi Utomo menceritakan ada puluhan batu beterbangan dan saling serang antarmassa.

"Batu-batu beterbangan, teriakan, saling caci dan maki terucap dari ribuan massa yang bentrok. Saya hanya bisa mendinginkan, meminta agar massa pesilat tak terpancing dan melanjutkan perjalanan," ungkapnya saat mengawal rombongan pesilat melintas di Desa Pangkat Rejo hingga perbatasan Kecamatan Sukodadi.

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

Sepanjang jalan tersebut pengawalan cukup ketat. Anggota koramil dan pihak kepolisian bisa sedikit meminimalisasi gesekan.

"Alhasil dari perbatasan antarkecamatan saya berhenti karena teritorialnya beda. Tapi masuk Kecamatan Sukodadi hingga Pucuk massa kembali memanas. Saya dapat info jika bentrokan membesar di sana (Kecamatan Pucuk)," katanya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.